7 Tips Menjaga Keamanan Anak Saat Berenang
- 28 Des 2025 15:59 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Jangan pernah menganggap remeh air, bahkan di kolam dangkal sekalipun. Pengawasan jarak dekat (dalam jangkauan lengan) adalah kunci utama untuk bayi dan balita. Apakah Anda sedang merencanakan liburan atau memiliki kolam renang di rumah yang perlu dipasangi pengaman? jika iy, ada hal - hal yang perlu anda perhatikan, yaitu:
Pertama, Anda harus menetapkan seorang "Pengawas Air" yang bertugas secara eksklusif setiap kali anak-anak berada di dekat air. Tugas ini menuntut fokus penuh, yang berarti pengawas tidak boleh terdistraksi oleh ponsel, buku, atau percakapan dengan orang lain. Untuk memastikan tanggung jawab yang jelas, Anda bisa menggunakan sistem kartu atau benda fisik yang diserahkan antar orang dewasa sebagai penanda siapa yang sedang bertugas memantau air secara aktif.
Kedua, sangat penting bagi orang tua dan pengasuh untuk menguasai keterampilan CPR (Resusitasi Jantung Paru). Mengingat tenggelam dapat terjadi dalam waktu singkat dan sering kali tidak bersuara, memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba dapat menjadi penentu keselamatan nyawa. Anda dapat mengikuti pelatihan resmi melalui lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI) atau organisasi kesehatan setempat untuk mendapatkan sertifikasi yang tepat.
Ketiga, pastikan setiap anggota keluarga membekali diri dengan kemampuan bertahan hidup di air melalui les renang yang tepat. Akademi Pediatri merekomendasikan anak-anak mulai diperkenalkan dengan air sejak usia satu tahun untuk melatih refleks dasar dan keberanian. Pelajaran ini bukan sekadar belajar gaya renang, melainkan mengajarkan teknik vital seperti cara mengapung telentang dan bagaimana cara kembali ke tepi kolam jika mereka terjatuh secara tidak sengaja.
Keempat, hindari penggunaan alat bantu renang tiup seperti ban lengan atau floaties sebagai pengganti alat pelindung diri. Alat-alat tersebut sering kali memberikan rasa aman palsu baik bagi anak maupun orang tua, padahal mereka bisa kempis atau terlepas dengan mudah. Untuk perlindungan yang lebih andal, terutama di perairan terbuka atau bagi perenang pemula, selalu gunakan jaket pelampung yang telah disetujui oleh otoritas keselamatan seperti Penjaga Pantai.
Kelima, Anda harus menerapkan dan menegakkan aturan dasar keselamatan air yang tegas kepada seluruh anggota kelompok. Aturan ini meliputi larangan berlari di tepi kolam yang licin, larangan menyelam di area dangkal, serta keharusan untuk selalu berenang bersama teman dan tidak pernah sendirian. Dengan menanamkan disiplin ini sejak dini, anak-anak akan memahami bahwa air adalah tempat yang menyenangkan namun harus dihormati risikonya.
Keenam, lakukan pemeriksaan fisik pada fasilitas kolam renang, terutama pada bagian penutup saluran pembuangan atau lubang hisap. Pastikan penutup tersebut dalam kondisi utuh, kuat, dan tidak ada bagian yang hilang atau rusak untuk mencegah risiko rambut atau anggota tubuh anak tersedot oleh kekuatan hisapan mesin filter. Jika Anda menemukan kerusakan pada sistem drainase kolam, segera larang anak-anak untuk mendekati atau masuk ke dalam air tersebut.
Ketujuh, pastikan lingkungan kolam renang, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar, memiliki sistem pengamanan fisik yang memadai seperti pagar pembatas. Pagar tersebut setidaknya harus memiliki tinggi 1,2 meter dengan gerbang yang dapat mengunci sendiri dan diletakkan di luar jangkauan anak-anak. Selain itu, pastikan untuk selalu mengosongkan kolam plastik kecil atau wadah air lainnya segera setelah digunakan agar tidak memicu kecelakaan saat anak-anak bermain tanpa pengawasan di halaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....