Musik, Film, dan Seni sebagai Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia
- 30 Sep 2026 21:13 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi : Musik, film, dan seni bukan lagi sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang, tetapi telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia. Di balik sebuah lagu, film, pertunjukan, atau karya seni, ada banyak orang yang bekerja—mulai dari pencipta, performer, kru produksi, desainer, hingga pelaku usaha yang ikut menggerakkan roda ekonomi.
Potensinya pun besar, karena ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7,8% terhadap PDB Indonesia, dengan subsektor seperti film, animasi, video, musik, dan seni pertunjukan menjadi bagian dari ekosistem yang terus berkembang.
Menariknya, karya kreatif Indonesia sekarang memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk menemukan penontonnya. Sebuah lagu bisa dikenal melalui TikTok, film lokal dapat menjangkau penonton melalui platform streaming, sementara karya seniman daerah bisa diperkenalkan ke pasar nasional bahkan global melalui media digital.
Di balik peluang tersebut, tantangannya juga semakin nyata karena persaingan tidak lagi hanya terjadi antarkota atau antarprovinsi, tetapi sudah bersifat global. Karena itu, pelaku kreatif perlu menjaga kualitas karya sekaligus memahami branding, teknologi, pemasaran digital, hak kekayaan intelektual, dan cara membangun hubungan dengan audiens.
Pada akhirnya, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia bukan hanya terletak pada seberapa banyak karya yang dihasilkan, tetapi pada seberapa jauh karya tersebut mampu menciptakan nilai dan membuka peluang bagi banyak orang. Musik, film, dan seni memiliki sesuatu yang tidak mudah digantikan oleh teknologi: kemampuan manusia untuk bercerita, merasa, dan membuat orang lain terhubung dengan sebuah karya. (RF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....