Sinpsis Film: Ratok Bawak, Tradisi Masyarakat Nagari Bukik Limbuku
- 22 Sep 2026 11:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Film dokumenter Ratok Bawak karya Erwin Ardiansyah merupakan salah satu karya tugas akhir di Program Studi Televisi dan Film, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Film berdurasi 16 menit ini menggunakan pendekatan gaya expository dan mengangkat tradisi Ratok Bawak dari Nagari Bukik Limbuku, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Melalui narasi, wawancara, dan visual, film ini memperkenalkan tradisi tersebut kepada penonton secara informatif.
Ratok Bawak adalah tradisi masyarakat nagari Bukik Limbuku, khususnya suku Payobada, yang berkaitan dengan upacara kematian seorang raja bergelar Datuak Pangulu Bosa Nan Karuik. Tradisi ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir dengan ratapan pilu dan hentakan kaki di atas kulit kerbau yang disebut bawak.
Dalam pelaksanaannya, ada beberapa tanda kebesaran raja yang di pamerkan mulai dari payung kuning, tombak, gong, serta kain putih yang di bentangkan dari pintu sampai ke gerbang rumah.
Film ini menampilkan wawancara mendalam dengan tokoh adat, akademisi seni tari, serta pelaku tradisi yang masih hidup, seperti Ibuk Dal Husna, cucu dari raja terakhir. Melalui kesaksian mereka, penonton dapat memahami makna, tata cara, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Ratok Bawak, seperti gotong royong, penghormatan kepada almarhum, dan kebersamaan masyarakat. Visual reka adegan serta rekaman tari melengkapi penjelasan tersebut.
Pemilihan gaya expository membuat film ini mampu memandu penonton memahami tradisi secara runut. Voice-over narator memberikan konteks sejarah dan budaya, sementara wawancara menghadirkan kesaksian langsung dari para narasumber. Pendekatan ini menjadikan film tidak hanya sekedar merekam, tetapi juga menjelaskan tradisi dengan jelas, terstruktur, dan mudah dipahami .
Kehadiran film dokumenter "Ratok Bawak" diharapkan menjadi arsip budaya dan referensi visual bagi generasi muda. Karya ini memperkenalkan tradisi Ratok Bawak sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau yang perlu dikenal, dirawat, dan dilestarikan keberadaannya. (EA/PB/YPA)
Penulis : Erwin Ardiansyah
Peserta MagangHub Batch-2 RRI Bukittinggi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....