Dampak Erupsi Krakatau, SID Tempuh Perjalanan 24 Jam Darat-Udara-Laut demi Manggung

  • 14 Sep 2026 09:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Band punk-rock legendaris asal Bali, Superman Is Dead (SID), mendadak mencuri perhatian dan simpati warganet setelah membagikan kisah perjuangan ekstramereka untuk menuju lokasi konser di Pulau Lembongan, Bali. Rombongan SID yang saat itu berada di Sukabumi terpaksa menempuh perjalanan marathon selama 24 jam melintasi jalur darat, udara, hingga laut akibat lumpuhnya penerbangan di Ibu Kota.

Peristiwa ini dipicu oleh penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Situasi darurat tersebut membuat penerbangan langsung dari Jakarta menuju Bali batal beroperasi, sehingga memaksa rombongan SID untuk memutar otak demi menjaga komitmen tampil di hadapan para penggemarnya.

Kisah penjelajahan ini dibagikan secara mendetail oleh gitaris sekaligus vokalis SID, Bobby Kool (@bobbybikul), melalui unggahan di akun media sosialnya. Untuk menyiasati penutupan bandara, rombongan bertolak dari Sukabumi menuju Stasiun Gambir di Jakarta untuk mengejar kereta api menuju Yogyakarta. Dari Yogyakarta, perjalanan darat berlanjut ke Kota Solo agar mereka bisa mengambil penerbangan udara yang masih beroperasi menuju Bali.

Tantangan tidak berhenti pada rute penerbangan yang memutar. Puluhan unit peralatan musik dan perlengkapan panggung milik SID harus berulang kali dibongkar dan dipindahkan secara manual dari mobil ke Kereta Api, dilanjutkan ke pesawat terbang, hingga akhirnya dipindahkan lagi ke kapal cepat (speed boat) saat tiba di Bali untuk menyeberang ke Pulau Lembongan.

Dedikasi luar biasa dan prinsip the show must go on yang ditunjukkan oleh personel serta kru Superman Is Dead ini mendulang decak kagum dan pujian luas dari publik serta para Outsiders dan Lady Rose (sebutan fans SID) di media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....