Biarlah Bulan Bicara, Lagu Penuh Penyesalan
- 30 Agt 2026 20:38 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - “Biarlah Bulan Bicara” merupakan salah satu lagu populer yang dibawakan penyanyi legendaris Indonesia, Broery Marantika. Lagu tersebut menghadirkan kisah tentang penyesalan, permintaan maaf, dan harapan memperbaiki hubungan yang terluka.
Lagu “Biarlah Bulan Bicara” tercatat dalam album berjudul sama yang dirilis pada 1996. Platform musik Spotify mencatat lagu tersebut memiliki durasi sekitar lima menit 21 detik.
Dalam lagu tersebut, Broery Marantika menyampaikan kisah seseorang yang menyadari kesalahan terhadap orang yang dicintainya. Tokoh dalam lagu kemudian berusaha memohon kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Pesan utama lagu terlihat dari pengakuan atas dosa dan rasa bersalah terhadap pasangan. Ia juga menyadari bahwa perbuatannya telah menimbulkan luka serta penderitaan bagi orang yang dicintainya.
Alur cerita kemudian bergerak pada keinginan untuk kembali dan mendapatkan kesempatan kedua. Namun, keputusan untuk memberikan maaf tetap diserahkan kepada orang yang telah terluka.
“Biarlah Bulan Bicara” menggunakan bulan dan bintang sebagai simbol yang menjadi saksi perjalanan perasaan. Penggunaan simbol tersebut memperkuat suasana romantis sekaligus melankolis dalam lagu.
Kekuatan lagu juga terletak pada cara Broery Marantika membawakan kisah tersebut dengan karakter vokal yang emosional. Penyampaian tersebut membuat tema penyesalan dan permohonan maaf terasa kuat bagi pendengarnya.
Secara musikal, lagu ini menjadi bagian dari karya Broery Marantika yang tetap dikenal melalui berbagai koleksi musik nostalgia. Spotify masih mencantumkan “Biarlah Bulan Bicara” sebagai salah satu lagu populer dalam katalog Broery Marantika.
Popularitas lagu tersebut juga terlihat dari keberadaannya dalam berbagai platform musik dan kanal resmi. HP Records turut menyediakan versi resmi “Biarlah Bulan Bicara” yang memperlihatkan keberlanjutan eksistensi karya tersebut.
Hingga kini, “Biarlah Bulan Bicara” dapat dipandang sebagai lagu nostalgia tentang kesalahan, penyesalan, dan keinginan memperoleh pengampunan. Kisah tersebut membuat lagu Broery Marantika tetap relevan bagi pendengar yang pernah menghadapi persoalan cinta dan kehilangan. (SVD)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....