Clean Girl Makeup, dan Obsesi Tampil “Sempurna” Secara Natural

  • 27 Agt 2026 07:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Clean girl makeup beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tren kecantikan yang banyak digemari perempuan, terutama di media sosial. Riasan ini identik dengan kulit yang terlihat sehat, alis rapi, blush tipis, bibir glossy, dan kesan seperti tidak memakai banyak makeup.

Sekilas, clean girl makeup terlihat sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik tampilan natural tersebut, sering kali ada proses panjang mulai dari skincare berlapis, pemilihan produk yang tepat, hingga teknik makeup yang membutuhkan waktu dan keterampilan.

Menariknya, tren ini tidak hanya berbicara soal makeup, tetapi juga membentuk gambaran tentang seperti apa perempuan ideal seharusnya tampil. Kulit glowing, wajah segar, rambut tertata, dan tubuh yang terlihat sehat perlahan dianggap sebagai bagian dari penampilan “rapi” dan effortless.

Masalahnya, kata “effortless” kadang justru menutupi usaha besar di balik tampilan tersebut. Seseorang mungkin terlihat seperti baru bangun tidur dengan wajah segar, padahal membutuhkan banyak produk, waktu, uang, dan rutinitas perawatan untuk mendapatkan hasil tersebut.

Media sosial juga punya peran besar dalam membuat clean girl makeup semakin populer. Foto dan video dengan pencahayaan sempurna sering membuat standar kecantikan tertentu terlihat normal, padahal kondisi kulit, bentuk wajah, dan kebutuhan setiap perempuan jelas berbeda.

Di sisi lain, tidak ada yang salah dengan menikmati tren ini jika memang membuat seseorang merasa nyaman dan percaya diri. Makeup seharusnya menjadi alat untuk berekspresi dan bersenang-senang, bukan kewajiban agar seseorang merasa cukup cantik atau pantas disebut menarik.

Clean girl makeup juga bisa dilihat sebagai perubahan positif dari tren makeup yang sebelumnya lebih berat dan penuh produk. Tampilan yang lebih ringan dapat memberi ruang bagi perempuan untuk merasa nyaman dengan wajah aslinya tanpa harus selalu menggunakan riasan tebal.

Namun, persoalannya muncul ketika tampilan natural tersebut justru menjadi standar baru yang sulit dicapai. Ironisnya, seseorang bisa merasa harus memakai banyak produk untuk terlihat seolah-olah tidak memakai makeup sama sekali.

Pada akhirnya, kecantikan tidak seharusnya memiliki satu formula yang berlaku untuk semua orang. Mau tampil dengan clean girl makeup, makeup bold, atau bahkan tanpa makeup sama sekali, semuanya tetap sah selama pilihan tersebut datang dari diri sendiri, bukan karena tekanan untuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Jadi, clean girl makeup bisa menjadi tren yang menyenangkan, tetapi kita perlu tetap kritis terhadap standar kecantikan yang ikut dibawanya. Sebab, menjadi “clean”, “natural”, atau “glowing” seharusnya bukan syarat untuk dianggap cantik, melainkan sekadar salah satu pilihan dari begitu banyak cara perempuan mengekspresikan dirinya. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....