Ha Young Minta Maaf Terkait Kontroversi Sejarah Keluarga

  • 14 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ha Young menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi sejarah keluarganya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat tulisan tangan di Instagram.

Dilansir dari Soompi, pada 12 Agustus, Ha Young mengunggah surat tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan penyesalan atas pernyataan sebelumnya mengenai kakek buyutnya, Ahn Sang Ho.

Ha Young mengaku selama ini hanya mengetahui kehidupan kakek buyutnya melalui cerita keluarga. Ia bahkan sempat menganggap sosok tersebut sebagai bagian dari kebanggaan keluarganya.

Namun, Ha Young kemudian mencari berbagai sumber untuk memahami sejarah keluarganya secara lebih lengkap. Dari penelusuran tersebut, ia mengetahui aktivitas pro-Jepang yang dilakukan Ahn Sang Ho.

Ha Young mengaku menyesal karena pernah membicarakan sejarah keluarganya tanpa memahami konteks masa penjajahan Jepang. Ia menyadari bahwa ketidaktahuan tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk menganggap sejarah secara ringan.

Ia juga menyinggung pernyataan awal agensinya yang menyebut laporan mengenai keluarganya tidak berdasar. Menurut Ha Young, pernyataan tersebut muncul karena dirinya belum mengetahui fakta secara pasti.

Ha Young meminta maaf karena informasi tersebut tidak diverifikasi secara menyeluruh. Ia juga menyampaikan penyesalan atas kebingungan dan luka yang muncul akibat pernyataan tersebut.

Selain itu, Ha Young meminta maaf karena terlambat menyampaikan sikapnya terkait kontroversi tersebut. Ia mengatakan membutuhkan waktu untuk memahami situasi dan menyampaikan permintaan maaf dengan tepat.

Ha Young berjanji akan mempelajari sejarah keluarganya serta periode tersebut secara lebih mendalam. Ia juga berkomitmen bersikap lebih hati-hati dalam membicarakan sejarah pada masa mendatang.

Ia berharap dapat menghormati para pejuang kemerdekaan melalui tindakan nyata. Ha Young juga berjanji membuktikan komitmennya tidak hanya melalui perkataan.

Kontroversi tersebut muncul setelah Ahn Sang Ho diketahui tercatat sebagai anggota dewan organisasi pro-Jepang pada 1916. Pernyataan Ha Young kemudian menjadi bentuk tanggung jawabnya atas persoalan sejarah keluarga tersebut. (MPE)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....