Bekerja Sambil Berwisata, Apakah Efektif?

  • 13 Agt 2026 07:54 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bekerja kini tidak lagi selalu identik dengan duduk di balik meja kantor selama delapan jam. Perkembangan teknologi membuat banyak pekerjaan dapat dilakukan dari mana saja selama tersedia koneksi internet yang memadai. Kondisi ini melahirkan tren baru yang dikenal sebagai workation, yaitu menggabungkan aktivitas bekerja dengan menikmati suasana liburan di suatu destinasi wisata.

Bagi sebagian orang, bekerja dari tempat yang memiliki pemandangan alam atau suasana yang lebih tenang dapat membantu mengurangi kejenuhan. Pergantian lingkungan kerja dipercaya mampu meningkatkan kreativitas, memberikan inspirasi baru, serta menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan waktu untuk diri sendiri.

Tidak sedikit hotel, vila, hingga kawasan wisata yang kini menyediakan ruang kerja, internet berkecepatan tinggi, dan fasilitas pendukung lainnya untuk memenuhi kebutuhan para pekerja jarak jauh.

Meski terdengar menarik, workation bukan berarti bekerja sambil terus berlibur tanpa batas. Justru, tantangan terbesar dari konsep ini adalah kemampuan mengatur waktu.

Ketika batas antara pekerjaan dan waktu bersantai menjadi semakin tipis, seseorang perlu memiliki disiplin agar tugas tetap terselesaikan tanpa mengurangi kesempatan menikmati destinasi yang dikunjungi. Tanpa perencanaan yang baik, workation justru bisa membuat pekerjaan tertunda atau waktu liburan terasa kurang maksimal.

Di sisi lain, tren workation juga memberikan dampak positif bagi industri pariwisata. Kehadiran pekerja yang tinggal lebih lama di suatu daerah dapat meningkatkan tingkat hunian penginapan, mendorong pertumbuhan usaha kuliner, transportasi, hingga berbagai layanan lokal lainnya.

Berbeda dengan wisatawan yang datang hanya beberapa hari, pelaku workation umumnya menghabiskan waktu lebih lama sehingga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi daerah tujuan.

Pada akhirnya, efektivitas workation bergantung pada bagaimana seseorang mengelola prioritasnya. Jika mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu beristirahat, konsep ini dapat menjadi alternatif yang menyenangkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menikmati pengalaman baru.

Namun, tujuan utamanya tetap sama, yaitu bekerja secara optimal tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh dan pikiran untuk beristirahat. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....