BTS Soroti Kesetaraan Penilaian Musik di Ajang Grammy Awards
- 29 Jul 2026 21:47 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Grup K-pop BTS kembali menjadi perhatian dunia, bukan karena karya terbaru, melainkan sikap mereka terhadap sistem penghargaan musik internasional.
Keputusan mereka untuk tidak mengajukan karya pada Grammy Awards 2027 memunculkan kembali perdebatan mengenai cara industri musik memberikan pengakuan kepada musisi global.
Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pada Rabu, ketujuh anggota BTS menyatakan ingin karya mereka dinilai tanpa dibatasi kategori berdasarkan bahasa maupun wilayah asal.
Mereka berharap musik dapat diapresiasi secara universal sehingga kualitas karya menjadi pertimbangan utama dalam proses penilaian.
Sikap tersebut muncul setelah Recording Academy mengumumkan penambahan sejumlah kategori baru untuk Grammy Awards 2027. Salah satunya adalah kategori Best Asian Pop Music Performance yang ditujukan bagi karya dari pasar musik Asia, termasuk K-pop, J-pop, dan C-pop.
Bagi sebagian kalangan, kehadiran kategori baru dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap berkembangnya industri musik Asia di panggung internasional.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai pengelompokan berdasarkan kawasan justru berpotensi menciptakan batas baru dalam kompetisi musik global.
BTS sendiri memiliki sejarah panjang di Grammy Awards sebagai grup K-pop pertama yang berhasil menembus nominasi ajang bergengsi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, mereka memperoleh nominasi melalui lagu Dynamite, Butter, hingga kolaborasi bersama Coldplay.
Keputusan BTS untuk tidak mengikuti proses nominasi tahun ini memperlihatkan bahwa pengakuan terhadap karya musik masih menjadi pembahasan penting di industri hiburan dunia. Perdebatan tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya pengaruh musisi Asia dalam pasar musik internasional.
Langkah BTS tidak hanya menjadi sorotan para penggemar, tetapi juga membuka diskusi mengenai bagaimana penghargaan musik dapat memberi ruang yang setara bagi seluruh musisi.
Isu tersebut menegaskan bahwa perkembangan industri musik global kini tidak hanya berbicara tentang popularitas, tetapi juga mengenai prinsip kesetaraan dalam memberikan apresiasi. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....