Review Anime Tensei Shitara Slime Datta Ken Season 4 Episode 1
- 24 Jul 2026 22:32 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID , Bukittinggi - Musim keempat Tensei Shitara Slime Datta Ken dibuka dengan episode 73 berjudul “Keseharian yang Baru”. Episode ini menghadirkan suasana hangat tentang pembangunan, diplomasi, dan kehidupan sehari-hari di Tempest, sekaligus menyingkap benih konflik politik yang akan mewarnai musim ini.
Cerita dimulai dengan Rimuru berkeliling kota, meninjau proyek-proyek baru, dan berbincang dengan Rigur. Percakapan mereka menyoroti pembangunan jalan, fasilitas umum, serta persiapan stasiun magitrain. Rimuru menekankan pentingnya kualitas dan kenyamanan bagi warga, sementara Rigur dengan penuh semangat melaporkan kemajuan yang telah dicapai.
Adegan ini memperlihatkan bagaimana Rimuru bukan hanya seorang Raja Iblis, tetapi juga pemimpin yang dekat dengan rakyatnya.
Fokus kemudian bergeser ke Dungeon, yang menjadi daya tarik utama bagi para petualang. Rimuru berdiskusi dengan Ramiris, Veldora, Masayuki, dan Mjöllmile tentang bagaimana menjadikan Dungeon lebih menarik sekaligus menguntungkan.
Masayuki mengusulkan ide kreatif seperti adanya tutorial, restoran, toilet, save point, dan sistem item drop. Mjöllmile, dengan keahliannya sebagai pengusaha dan diplomat, menambahkan strategi pemasaran agar Dungeon bisa menjadi pusat hiburan sekaligus sumber ekonomi bagi Tempest.
Setelah diskusi itu selesai, Rimuru menyadari bahwa ia belum memberikan hadiah kepada Diablo atas jasanya menjatuhkan Kerajaan Falmus. Dengan penuh rasa tanggung jawab, Rimuru menanyakan apa yang sebenarnya diinginkan oleh tangan kanannya itu.
Diablo, dengan sikap hormat yang khas, menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan hadiah materi. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah bisa berguna bagi Rimuru. Namun, setelah sedikit didesak, Diablo akhirnya mengungkapkan keinginannya: ia ingin diberi izin untuk merekrut bawahan baru.
Permintaan itu terdengar sederhana, tetapi alasan yang ia berikan justru membuat Rimuru terkejut sekaligus tersenyum. Diablo menjelaskan bahwa melayani Rimuru adalah tugas terpenting baginya.
Pekerjaan seperti menghancurkan sebuah kerajaan hanyalah hal sepele, dan jika ada bawahan yang bisa menggantikan tugas semacam itu, ia bisa selalu berada di sisi Rimuru. Rimuru sempat menggoda dengan candaan, menyebut bahwa sebagai iblis kuat, Diablo tidak seharusnya disuruh membuat teh.
Namun Diablo menanggapi dengan serius, menekankan bahwa maksudnya adalah mencari seseorang yang bisa benar-benar diandalkan untuk tugas besar.
Akhirnya Rimuru menyetujui permintaan itu. Ia menawarkan untuk menyiapkan tubuh boneka seperti Beretta sebagai wadah bagi bawahan yang ingin direkrut Diablo. Dengan penuh rasa syukur, Diablo menerima keputusan itu, meski dengan berat hati ia meminta izin untuk meninggalkan sisi Rimuru sementara waktu demi menjalankan rencananya.
Rimuru pun mengingatkan agar ia kembali dengan selamat. Adegan ini menghadirkan humor ringan sekaligus memperlihatkan loyalitas mendalam Diablo, yang selalu menempatkan Rimuru sebagai pusat hidupnya.
Namun, bayangan konflik mulai tampak. Di Engrassia, Yuuki dan Moderate Harlequin Alliance menahan diri, tetapi tetap menyusun strategi politik. Sementara itu, Maribel Rozzo diperkenalkan sebagai sosok antagonis baru, dengan ambisi mengendalikan ekonomi dan diplomasi. Kehadirannya menjadi tanda bahwa kedamaian Tempest akan segera diuji oleh intrik yang lebih halus dan berbahaya.
Visual dari Studio 8Bit memperkuat nuansa ini: warna lembut, detail ekspresi karakter, dan atmosfer cozy yang membuat penonton merasa nyaman, tetapi sekaligus waspada akan badai yang akan datang. Episode ini seakan berkata: “Keseharian baru hanyalah permulaan, karena politik dan ambisi akan segera menguji Tempest.” (AMR/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....