Dua Lipa Resmikan Manifesto Library, Rumah untuk 100 Buku yang Pernah Dilarang

  • 30 Jun 2026 21:07 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Penyanyi pop dunia sekaligus aktivis literasi, Dua Lipa, resmi membuka Manifesto Library, sebuah perpustakaan khusus hasil kolaborasi antara klub buku miliknya, Service95 Book Club, dan toko buku bersejarah Livraria Lello di Porto, Portugal. Dibuka sebagai bagian dari rangkaian festival literasi BABELL – City of Books, perpustakaan ini akan menjadi koleksi permanen yang bertempat di dalam Livraria Lello.

Manifesto Library didirikan dengan misi khusus, yakni menghimpun dan memamerkan sekitar 100 judul buku yang tercatat pernah dilarang, disensor, atau dibatasi peredarannya di berbagai belahan dunia. Karya-karya yang dikumpulkan merupakan buku yang sempat ditarik dari rak publik karena mengangkat isu-isu sensitif seperti ras, seksualitas, identitas, hingga kritik tajam terhadap otoritas kekuasaan.

Bahkan, beberapa buku yang dipajang memiliki sejarah kelam di mana para penulisnya harus menghadapi ancaman persekusi, pengasingan, hingga kehilangan nyawa akibat buah pikiran yang mereka tuangkan ke dalam tulisan.

Melalui siaran pers bersama yang dirilis oleh Livraria Lello dan Service95, Dua Lipa mengungkapkan bahwa Manifesto Library dirancang sebagai ruang aman yang mengajak masyarakat untuk lebih memahami dunia lewat membaca, sekaligus pemantik untuk mendorong budaya berpikir kritis.

"Perpustakaan ini menjadi bentuk penghormatan mendalam bagi buku-buku yang pernah dihilangkan secara paksa, para penulis yang berani menyuarakan kebenaran meski harus berhadapan dengan kekuasaan dan sensor ketat, serta para pembaca yang ingin memiliki kebebasan penuh untuk menentukan sendiri apa yang ingin mereka baca," ujar pelantun lagu Levitating tersebut.

Seluruh koleksi literatur di dalam perpustakaan unik ini dikurasi secara ketat ke dalam empat tema utama yang saling berkesinambungan: power (kekuasaan), control (kendali), voice (suara), dan memory (ingatan).

Beberapa judul buku terkemuka yang dapat dijumpai pengunjung di Manifesto Library antara lain novel distopia populer The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood, kumpulan puisi Felon karya Reginald Dwayne Betts, serta sejumlah karya sastra penting dari penulis dunia peraih penghargaan seperti Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk. (UGP/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....