Alasan Kita Sering Mikir, “Aku Kurang Apa?”

  • 18 Mei 2026 14:27 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ada saat ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi tetap merasa tidak cukup. Kita mulai bertanya-tanya, “Aku kurang apa?” saat melihat orang lain lebih dipilih, lebih dihargai, atau lebih berhasil. Pertanyaan itu muncul bukan karena kita benar-benar tidak punya apa-apa, tetapi karena kita merasa ada sesuatu dalam diri yang tidak cukup baik.

Perasaan ini sering muncul karena kita terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Kita melihat apa yang mereka punya, bagaimana mereka diperlakukan, dan apa yang mereka capai. Tanpa sadar, kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan hal-hal yang ada pada orang lain, bukan pada diri sendiri.

Menurut pembahasan di dunia Psikologi, ketika seseorang terlalu bergantung pada validasi luar, ia akan lebih mudah merasa kurang. Kita mulai percaya bahwa kita harus lebih cantik, lebih pintar, lebih sukses, atau lebih menarik agar pantas dihargai. Padahal, standar itu akan selalu berubah dan tidak pernah benar-benar cukup.

Selain itu, pengalaman ditolak atau tidak dihargai juga bisa membuat seseorang mempertanyakan dirinya sendiri. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kita lebih mudah menyalahkan diri daripada menerima bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan. Hal ini yang membuat banyak orang terlalu cepat menganggap kegagalan sebagai bukti bahwa dirinya tidak cukup baik.

Padahal, tidak semua hal yang tidak berjalan sesuai keinginan berarti ada yang salah dengan diri kita. Kadang, kita hanya berada di tempat yang salah, bersama orang yang salah, atau terlalu keras pada diri sendiri. Kita tidak kurang apa-apa, hanya terlalu sering lupa melihat diri sendiri dengan lebih baik. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....