Mimpi Buruk: saat Tidur Tak Selalu Indah
- 30 Apr 2026 14:07 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tidur seharusnya menjadi waktu istirahat yang menenangkan. Namun, tidak jarang seseorang justru mengalami mimpi yang menakutkan atau tidak menyenangkan, yang dikenal sebagai Mimpi buruk.
Mimpi buruk biasanya terjadi saat seseorang berada dalam fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur di mana otak sangat aktif dan mimpi terasa lebih nyata. Pada fase ini, emosi seperti takut, cemas, atau panik bisa muncul dengan sangat kuat, sehingga membuat seseorang terbangun dengan perasaan tidak nyaman.
| Baca juga: Persiapan Penting sebelum Liburan ke Pantai |
Penyebab mimpi buruk cukup beragam. Stres, kecemasan, hingga pengalaman traumatis seperti Gangguan stres pascatrauma (PTSD) dapat memicu mimpi yang menakutkan. Selain itu, kurang tidur, konsumsi obat tertentu, atau kebiasaan menonton sesuatu yang menyeramkan sebelum tidur juga bisa berperan.
Menariknya, mimpi buruk sebenarnya tidak selalu berdampak buruk. Dalam beberapa kasus, mimpi bisa menjadi cara otak memproses emosi dan pengalaman sehari-hari. Meski begitu, jika mimpi buruk terjadi terlalu sering hingga mengganggu kualitas tidur, kondisi ini bisa berkembang menjadi Nightmare disorder yang memerlukan perhatian lebih.
Untuk mengurangi mimpi buruk, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti menjaga pola tidur yang teratur, menghindari stres berlebihan, dan menciptakan suasana tidur yang nyaman. Relaksasi sebelum tidur juga dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.
Pada akhirnya, mimpi buruk adalah bagian alami dari pengalaman manusia. Meski terasa menakutkan, memahami penyebabnya dapat membantu kita mengelola dan menghadapinya dengan lebih baik. (DKA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....