Kenapa Kita Lebih Takut Kehilangan daripada Tidak Bahagia

  • 21 Apr 2026 15:06 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang memilih bertahan pada sesuatu yang sebenarnya tidak membuat mereka bahagia. Hubungan yang melelahkan, pekerjaan yang membuat tertekan, atau keadaan yang tidak lagi nyaman tetap dipertahankan. Bukan karena semuanya masih baik, tetapi karena rasa takut kehilangan terasa lebih besar.

Salah satu alasannya adalah karena manusia cenderung lebih takut kehilangan sesuatu yang sudah dimiliki daripada mencari kemungkinan baru. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai loss aversion. Rasa kehilangan sering terasa lebih menyakitkan daripada rasa tidak puas yang sudah lama kita biasakan.

Selain itu, sesuatu yang sudah lama ada terasa lebih aman meski sebenarnya tidak membuat bahagia. Kita terbiasa dengan kehadiran, rutinitas, dan kenyamanan semu yang sudah dikenal. Akibatnya, melepaskan terasa jauh lebih menakutkan daripada tetap bertahan.

Ketidakpastian membuat banyak orang memilih berada di situasi yang tidak sehat. Kita sering lebih takut pada hal yang belum terjadi daripada pada hal yang jelas-jelas sedang menyakiti. Karena itu, kita terus bertahan sambil berharap semuanya akan berubah.

Padahal, tidak semua yang dipertahankan benar-benar layak untuk diperjuangkan. Kadang, yang membuat kita tetap tinggal bukan cinta, kebutuhan, atau kebahagiaan, melainkan rasa takut. Dan sering kali, keberanian untuk melepaskan justru menjadi awal dari hidup yang lebih baik. (STP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....