Orang yang Paling Ramah Justru Paling Sering Merasa Sendiri, Kenapa?
- 21 Apr 2026 13:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Orang yang terlihat paling ramah sering dianggap memiliki hidup sosial yang baik dan penuh teman. Mereka mudah tertawa, pandai mencairkan suasana, dan selalu terlihat baik-baik saja. Namun di balik itu, tidak sedikit orang yang justru merasa paling kesepian meski dikelilingi banyak orang.
Sikap ramah sering membuat seseorang terbiasa menjadi pendengar dan tempat bercerita bagi orang lain. Mereka tahu cara membuat orang merasa nyaman, tetapi jarang benar-benar menceritakan isi hati sendiri. Akibatnya, hubungan yang dimiliki terasa dekat di permukaan, tetapi tidak cukup dalam untuk membuat mereka merasa dipahami.
Menurut berbagai pembahasan dalam Psychology Today, orang yang terbiasa menjadi “penolong” sering kesulitan menunjukkan sisi rapuhnya. Mereka khawatir akan dianggap merepotkan atau takut merusak citra diri yang selama ini terlihat kuat dan menyenangkan. Karena itu, mereka memilih menyimpan banyak hal sendirian.
Media sosial juga membuat fenomena ini semakin tidak terlihat. Orang yang ramah biasanya tampak aktif, lucu, dan selalu hadir di tengah pergaulan. Padahal, Harvard Business Review menyoroti bahwa seseorang bisa memiliki banyak interaksi sosial tetapi tetap merasa kesepian jika tidak memiliki koneksi emosional yang tulus.
Pada akhirnya, keramahan tidak selalu berarti seseorang merasa baik-baik saja. Ada orang-orang yang paling sering tersenyum justru karena terbiasa menyembunyikan apa yang mereka rasakan. Itulah sebabnya, terkadang orang yang tampak paling kuat justru paling membutuhkan untuk didengarkan. (STP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....