Hustle Culture vs Healing Era, Ngebut Terus atau Rehat Dulu?

  • 18 Apr 2026 21:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di era sekarang, anak muda sering banget dihadapkan sama dua pilihan gaya hidup yang bertolak belakang. Antara ngejar produktivitas tanpa henti atau fokus ke self care dan kesehatan mental.

Hustle culture ngajarin kita buat terus gerak, kerja keras, dan nggak gampang puas. Tapi kalau keterusan, capeknya bukan cuma fisik, mental juga bisa ikut tumbang.

Di sisi lain, healing era muncul sebagai bentuk “perlawanan” dari tekanan hidup yang makin berat. Banyak yang mulai sadar kalau istirahat itu bukan malas, tapi kebutuhan. Masalahnya, kadang healing juga disalahartikan jadi alasan buat lari dari tanggung jawab. Ujung-ujungnya malah jadi kehilangan arah dan stuck di zona nyaman.

Padahal, dua-duanya nggak harus dipilih salah satu secara ekstrem. Kita tetap bisa produktif tanpa harus ngorbanin kesehatan mental. Kuncinya ada di balance, kapan harus gas dan kapan harus rem. Dengerin diri sendiri jadi hal paling penting biar nggak kebawa arus tren semata.

Jadi, bukan soal hustle atau healing yang paling benar. Tapi gimana kita bisa nemuin ritme hidup yang paling cocok buat diri sendiri. (SG/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....