Tips Praktis Kembali Segar setelah Lebaran

  • 23 Mar 2026 19:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Setelah perayaan Idul Fitri berlalu, suasana yang tadinya hangat dan penuh kebersamaan perlahan berubah. Rumah yang sebelumnya ramai mulai kembali sepi, dan hari-hari santai berganti dengan rutinitas seperti biasa. Tidak sedikit orang yang merasa “berat” menghadapi perubahan ini.

Perasaan seperti itu sebenarnya sangat wajar. Banyak orang mengalami apa yang disebut Post-holiday blues, yaitu kondisi ketika suasana hati menurun setelah masa liburan selesai. Kita seolah masih ingin berada di momen liburan, sementara kenyataan sudah menunggu dengan berbagai tanggung jawab.

Salah satu hal yang paling terasa biasanya adalah pola tidur yang berantakan. Selama libur Lebaran, tidur larut malam dan bangun siang jadi kebiasaan yang sulit dihindari. Ketika harus kembali bangun pagi, tubuh pun terasa kaget. Karena itu, penting untuk mulai memperbaiki jam tidur secara perlahan, tidak perlu langsung drastis.

Selain itu, kembali fokus bekerja juga bukan perkara mudah. Di hari-hari awal, rasanya sulit untuk langsung produktif seperti sebelum liburan. Pikiran masih “tertinggal” di suasana santai. Tidak apa-apa, mulai saja dari tugas-tugas kecil agar ritme kerja bisa kembali terbentuk tanpa tekanan berlebih.

Soal makanan juga jadi tantangan tersendiri. Setelah menikmati hidangan lezat seperti Opor Ayam dan Rendang, tubuh kita butuh jeda dari makanan bersantan dan tinggi lemak. Mengurangi secara perlahan dan mulai kembali ke makanan yang lebih ringan bisa membantu tubuh terasa lebih segar.

Di sisi lain, kondisi mental juga perlu diperhatikan. Daripada langsung memasang target besar, cobalah membuat tujuan kecil yang lebih realistis. Misalnya mulai kembali olahraga ringan atau menyelesaikan satu pekerjaan penting per hari. Hal-hal sederhana seperti ini bisa membantu mengembalikan semangat.

Meskipun suasana Lebaran sudah usai, bukan berarti hubungan dengan keluarga dan teman ikut berhenti. Kita masih bisa menjaga komunikasi, misalnya lewat WhatsApp. Sekadar bertukar kabar bisa membantu menjaga perasaan hangat yang sempat tercipta saat Lebaran.

Yang tak kalah penting, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Tidak harus langsung “on fire” di hari pertama kembali beraktivitas. Memberi waktu untuk beradaptasi justru membuat kita bisa kembali ke ritme normal dengan lebih nyaman.

Akhirnya, masa setelah Lebaran sebenarnya bisa jadi awal yang baik. Seperti lembaran baru, kita punya kesempatan untuk menata ulang kebiasaan dan tujuan. Dengan langkah kecil dan konsisten, rutinitas pun bisa kembali terasa ringan dan bahkan lebih menyenangkan. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....