Sebelum Test Pack Inilah Cara Kuno Mengetahui Kehamilan

  • 16 Mar 2026 09:44 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Saat ini mengetahui kehamilan sangatlah mudah. Cukup menggunakan test pack, seseorang bisa mengetahui apakah dirinya hamil atau tidak hanya dalam hitungan menit. Perubahan warna pada alat tersebut langsung menunjukkan hasilnya.

Namun pada masa lalu, mengetahui kehamilan bukanlah hal yang sederhana. Pengetahuan manusia tentang sistem reproduksi masih terbatas, sehingga berbagai cara unik bahkan aneh pernah digunakan untuk mengetahuinya. Berikut beberapa metode yang pernah dipakai di masa lampau.

1. Menggunakan Gandum dan Barley

Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal metode ini sejak sekitar 1350 SM. Caranya adalah dengan meminta seorang wanita buang air kecil pada biji gandum dan barley selama beberapa hari. Setelah itu, biji-bijian tersebut dibiarkan untuk melihat apakah akan bertunas atau tidak.

Jika tidak ada tunas yang muncul, wanita tersebut dianggap tidak hamil. Namun jika gandum yang bertunas, dipercaya bahwa wanita tersebut sedang mengandung anak perempuan. Sebaliknya, jika barley yang bertunas, diyakini bahwa ia sedang mengandung anak laki-laki.

Menariknya, penelitian pada tahun 1963 menunjukkan bahwa biji-bijian memang lebih sering bertunas jika terkena urin wanita hamil, meskipun kaitannya dengan jenis kelamin bayi tidak terbukti secara ilmiah.

2. Bawang Putih

Bangsa Yunani Kuno memiliki metode lain yang cukup unik untuk mengetahui kehamilan. Dalam cara ini, seorang wanita diminta memasukkan bawang putih atau tanaman yang memiliki bau menyengat ke dalam vaginanya sebelum tidur.

Keesokan harinya, napas wanita tersebut akan diperiksa. Jika napasnya berbau bawang, maka ia dianggap tidak hamil. Sebaliknya, jika tidak tercium bau bawang dari mulutnya, dipercaya bahwa ia sedang hamil.

Keyakinan ini muncul karena orang Yunani Kuno menganggap mulut dan alat kelamin wanita terhubung oleh semacam jalur, sehingga bau dari bawang putih bisa menjalar hingga ke mulut kecuali jika terhalang oleh janin.

3. Mencampur Air Kencing dengan Anggur

Pada abad ke-16 di Eropa, terdapat profesi yang dikenal sebagai “nabi air kencing” atau piss prophet. Orang-orang ini dipercaya mampu mendiagnosis kondisi kesehatan seseorang hanya dengan memeriksa air kencingnya.

Untuk mengetahui apakah seorang wanita hamil, mereka akan mencampurkan air kencing wanita tersebut dengan minuman anggur. Setelah itu, mereka mengamati perubahan warna atau reaksi yang terjadi pada campuran tersebut sebelum menarik kesimpulan.

Meskipun terlihat seperti metode yang aneh, ada sedikit dasar ilmiah di baliknya karena alkohol dalam anggur dapat bereaksi dengan protein tertentu yang terdapat dalam urin wanita hamil.

4. Melihat Mata

Seorang dokter asal Prancis pada abad ke-16 bernama Jacques Guillemeau pernah mengklaim bahwa kehamilan dapat diketahui hanya dengan melihat mata seorang wanita. Menurut pengamatannya, wanita yang sedang hamil memiliki beberapa perubahan pada mata, seperti ukuran pupil yang lebih kecil, bulu mata yang terlihat lebih merunduk, serta pembuluh darah yang lebih jelas terlihat di sudut mata. Meskipun klaim tersebut tidak dianggap sebagai metode yang akurat saat ini, para ahli memang mengetahui bahwa kehamilan dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk penglihatan seseorang.

5. Menggunakan Kelinci

Pada tahun 1920-an, dua ilmuwan Jerman menemukan bahwa urin wanita hamil mengandung hormon yang dapat memengaruhi perkembangan ovarium pada hewan mamalia. Berdasarkan temuan tersebut, muncullah metode pengujian kehamilan menggunakan hewan seperti kelinci atau tikus betina muda.

Dalam metode ini, urin wanita disuntikkan ke tubuh hewan tersebut selama beberapa hari. Setelah itu, hewan akan dibedah untuk memeriksa kondisi ovariumnya. Jika ovarium tetap kecil, maka wanita tersebut dianggap tidak hamil.

Namun jika ovarium membesar, itu menandakan bahwa wanita tersebut sedang hamil. Meskipun lebih ilmiah dibanding metode lainnya, cara ini cukup ekstrem karena hewan yang digunakan harus dibunuh untuk diperiksa.

Walaupun beberapa metode di atas terdengar aneh bahkan tidak masuk akal, semuanya menunjukkan bagaimana manusia di masa lalu berusaha memahami tubuh dan kehamilan dengan pengetahuan yang mereka miliki saat itu.

Untungnya, saat ini teknologi medis sudah jauh berkembang sehingga kita bisa mengetahui kehamilan dengan cara yang jauh lebih cepat, mudah, dan akurat. (DKA/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....