Ilmuwan Gunakan Hukum Fisika untuk Menghitung Massa Bumi

  • 24 Feb 2026 22:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Manusia terus berusaha memahami karakteristik planet tempat tinggalnya melalui berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Salah satu pertanyaan besar yang sering muncul adalah mengenai jumlah massa planet Bumi.

Dalam dunia sains terdapat perbedaan mendasar antara istilah berat dengan istilah massa materi. Berat benda dipengaruhi oleh gravitasi sementara massa bersifat tetap pada jumlah materi tersebut.

Berdasarkan data resmi dari NASA massa Bumi diperkirakan mencapai angka sekitar 5,9 septiliun kilogram. Angka ini setara dengan tiga belas kuadriliun berat piramida besar di Mesir.

Para ilmuwan tidak menggunakan timbangan raksasa untuk mengetahui jumlah massa planet yang sangat besar. Mereka menggunakan prinsip fisika melalui Hukum Gravitasi Universal yang dicetuskan oleh Isaac Newton.

Segala sesuatu yang memiliki massa dipastikan mempunyai gaya gravitasi untuk saling tarik menarik. Rumus penghitungan melibatkan konstanta gravitasi serta jarak antara pusat kedua benda tersebut.

Tantangan terbesar ilmuwan adalah menentukan nilai konstanta gravitasi yang sangat akurat di laboratorium. Fisikawan Henry Cavendish berhasil menemukan nilai tersebut melalui eksperimen neraca torsi yang sangat rumit.

Nilai konstanta gravitasi saat ini ditetapkan sebesar $6,67430 \times 10^{-11}\text{ m}^3\text{ kg}^{-1}\text{ s}^{-2}$. Angka ini menjadi kunci utama dalam menghitung bobot benda langit di luar angkasa.

Massa Bumi sebenarnya terus mengalami fluktuasi atau perubahan kecil setiap saat dalam sejarahnya. Massa bertambah karena adanya debu luar angkasa serta meteorit yang jatuh menembus atmosfer.

Namun Bumi juga kehilangan massa akibat gas hidrogen dan helium yang lepas ke angkasa. Perubahan ini dianggap sangat kecil sehingga tidak memberikan dampak signifikan bagi kehidupan manusia.(MK)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....