“Mbah Google” Jadi Rujukan Utama Generasi Z
- 15 Sep 2025 09:59 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Di era digital, istilah “Mbah Google” semakin populer digunakan masyarakat Indonesia untuk merujuk pada mesin pencari Google yang dianggap serba tahu. Bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, Google telah menjadi “guru kedua” setelah sekolah dan kampus.
Setiap kali menemui kesulitan, baik dalam mengerjakan tugas sekolah, mencari referensi skripsi, maupun sekadar menemukan trik praktis sehari-hari, mayoritas anak muda langsung membuka Google. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya peran mesin pencari dalam kehidupan generasi digital.
Pakar pendidikan digital, Prof. Arif Budiman, menilai tren ini wajar karena Google menawarkan informasi cepat dan beragam.
“Generasi Z tumbuh dengan akses internet sejak kecil. Mereka terbiasa mencari jawaban instan lewat Google. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengasah kemampuan berpikir kritis agar tidak asal percaya dengan semua informasi yang muncul,” jelasnya.
Selain menjadi sumber belajar, Google juga menjadi pintu menuju platform lain, seperti YouTube untuk tutorial, Quora untuk diskusi, hingga portal jurnal internasional. Hal ini memperkaya cara anak muda memperoleh pengetahuan, yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih bergantung pada buku teks.
Namun, penggunaan Google secara berlebihan juga menimbulkan kekhawatiran. Beberapa pengamat menilai ketergantungan pada “Mbah Google” dapat mengurangi daya ingat dan kemampuan riset mendalam.
“Mudahnya akses informasi jangan sampai membuat generasi muda malas membaca sumber asli atau melakukan analisis kritis,” tambah Prof. Arif.
Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa Google telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar modern. Bagi Generasi Z, bertanya pada “Mbah Google” sudah sama wajarnya dengan membuka buku catatan, sebuah tanda zaman di mana teknologi dan pengetahuan semakin menyatu. (SD/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....