Cara Melupakan Kenangan Mendalam

  • 29 Jun 2025 20:32 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Melupakan kenangan yang ada di hati, terutama yang meninggalkan bekas mendalam, memang tidak mudah. Tapi bukan berarti mustahil. Yang perlu disadari lebih dulu adalah: tujuanmu bukan benar-benar “melupakan” seperti menghapus file di komputer, melainkan menerima dan melepaskan cengkeramannya atas dirimu. Berikut beberapa upaya yang bisa kamu lakukan:

1. Terima bahwa kenangan itu pernah ada

Kadang yang membuat kita terjebak justru keinginan untuk “tidak mengingat sama sekali”. Padahal, penolakan itu malah memperkuat kenangan tersebut. Mengakui dan menerima bahwa peristiwa itu terjadi adalah langkah pertama menuju penyembuhan.

2. Ubah cara pandangmu terhadap kenangan

Alih-alih melihat kenangan itu sebagai luka, cobalah memaknai ulang:

"Dari peristiwa itu, aku belajar tentang rasa, tentang kehilangan, dan tentang bagaimana mencintai diri sendiri lebih baik."

Reframing seperti ini membantu mengubah kenangan pahit menjadi sumber pertumbuhan.

3. Tulis perasaanmu

Menulis bisa jadi terapi. Coba tuangkan semua yang kamu rasakan dalam bentuk jurnal atau surat yang tidak perlu dikirim. Ini cara aman untuk melepaskan emosi tanpa menyakiti siapa pun, termasuk dirimu sendiri.

4. Bangun rutinitas dan tujuan baru

Saat hati kosong karena kenangan yang tertinggal, isi dengan hal-hal baru:

a. Pelajari hobi baru

b. Bangun rutinitas harian yang sehat

c. Tetapkan tujuan kecil, misalnya “membaca satu buku per bulan”

Hal-hal baru ini akan perlahan menggantikan ruang yang sebelumnya dipenuhi kenangan lama.

5. Latih mindfulness dan meditasi

Mindfulness membantu kita hidup di saat ini, bukan di masa lalu. Dengan latihan napas, meditasi, atau hanya fokus pada aktivitas harian dengan penuh kesadaran, kamu bisa lepas dari jeratan pikiran yang terus mengulang memori.

6. Bicara dengan orang tepercaya atau profesional

Kadang, luka yang terlalu dalam perlu ditangani dengan bantuan. Teman, keluarga, atau psikolog bisa jadi cermin yang membantumu melihat masalah dari sudut yang lebih terang.

7. Beri waktu pada dirimu sendiri

Tak ada batas waktu untuk “move on”. Proses ini personal. Yang penting, kamu tetap berjalan — meski pelan. Waktu tak akan menghapus luka, tapi bisa mengubahnya menjadi bekas yang tidak lagi sakit saat disentuh. (SD/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....