Peadati Transportasi Pelopor

  • 22 Mar 2024 08:25 WIB
  •  Bukittinggi

Kebutuhan masyarakat untuk bermigrasi dari satu daerah ke daerah lain membuat masyarakat memikirkan suatu alat yang membuat mereka lebih nyaman dan cepat sampai tujuan. Seiring kemajuan masyarakat mulai menggunakan alat transportasi untuk memudahkan perjalanan mereka.

Terutama di jalur darat. Alat transportasi dulu memiliki beragam fungsi mulai dari kendaraan pribadi, kerajaan, atau sebagai alat angkut. Salah satu alat tranportasi yang pernah di gunakan atau menjadi pelopor adalah pedati.

Alat transportasi tradisional ini memiliki satu sampai empat buah roda yang terbuat dari kayu dan bagian atapnya terbuat dari anyaman bambu ataupun bahan lain, seperti ijuk dan rumbia yang berfungsi untuk melindungi penumpang atau barang yang diangkut. Beberapa pedati digunakan sebagai alat angkut barang yang ditarik oleh manusia dan dibuat tanpa menggunakan atap. Pedati juga dapat ditarik oleh hewan seperti sapi atau kerbau.

Pedati di Indonesia ini telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pada saat pemerintahan Raja Hayam Wuruk pedati yang di tarik sapi digunakan sebagai alat transportasi pengangkut barang.

Pada saat itu pedati merupakan kendaraan yang tergolong mewah karena tidak semua golongan mampu untuk membeli gerobak pedati sekaligus sapi sebagai penariknya. Pedati mengalami kejayaan pada masa kolonial Hindia Belanda tepatnya pada masa tanam paksa.

Pedati digunakan untuk mengangkut hasil bumi dari wilayah pedalaman Indonesia ke pelabuhan untuk dibawa ke Belanda. Kejayaan pedati ini didukung dengan pembangunan jalan-jalan penghubung dari pedalaman ke pelabuhan kala itu.

Namun saat ini kita tidak akan pernah lagi melihat ada pedati, kalau pun ada mungkin hanya lewat lukisan. Tapi tentunya ini bisa menjadi cerita kepada generasi selanjutnya, bahwa ada kendaraan pelopor yang digunakan sebelum ada mobil yang nyaman saat ini untuk mobilisasi dari suatu daerah ke daerah lain. (ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....