Peringatan Peristiwa Situjuah ke-75 Tahun 2024, Ini Kata Wagub Sumbar dan Cucu Muhammad Zein

  • 15 Jan 2024 11:02 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Situjuah Batua: Lapangan Bola Kaki Chatib Sulaiman di Jorong Tangah di Nagari Situjuah Batua, di Kecamatan Situjuah Limo Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (15/1/2024) menjadi ramai.

Keramaian itu bukan tidak beralasan, dikarenakan setiap tanggal 15 Januari dalam setahun telah menjadi momentum berharga bagi segenap lapisan khususnya di Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Pada tanggal tersebut dikenang sebagai “Peristiwa Situjuah”.

Peristiwa Situjuah merupakan peristiwa penyerangan terhadap para pejuang Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh pasukan penjajah Belanda hingga beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang anggota pasukan meninggal dunia.

makam pejuang peristiwa situjuah di Lurah Kincia

Peristiwa Situjuah adalah salah satu mata rantai perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 15 Januari 1949 silam, puluhan pejuang meninggal dunia seketika dari tembakan senjata milik penjajah Belanda berlokasi di Lurah Kincia, di Nagari Situjuah Batua. Satu hari sebelumnya di 14 Januari 1949 malam di lokasi Lurah Kincia itu diselenggarakan rapat penting untuk membahas strategi dalam menghadapi Agresi Militer Belanda II. Namun, di 15 Januari 1949 subuh hari, disaat para pejuang hendak melaksanakan sholat subuh mereka diserang dengan tembakan tentara Belanda. Sejumlah pimpinan pejuang meninggal dunia dan 69 orang Pasukan Barisan Negeri dan Kota (PBNK) ikut menjadi korban nyawa.

Di Makam Pejuang Lurah Kincia di Nagari Situjuah itu dimakamkan Chatib Sulaiman, Syamsuddin, Rusli, Samsul Bahri, Azinar, Tantawi, Zainuddin, Munir Latif, Arisun Sutan Alamsyah.

makam pejuang peristiwa situjuah di Lurah Kincia

Di sisi bawah Makam Pejuang Lurah Kincia saat ini terdapat bangunan yang di dalamnya ditempatkan layaknya prasasti, di prasasti itu dituliskan beberapa kalimat yakni “Untuk Dikenang pada tanggal 15 Januari 1949, di sini diselenggarakan rapat penting Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Sumatera Tengah, di sini pula para pimpinan militer itu dengan berani menghadapi serangan tentara Belanda, dan ditempat ini mereka gugur sebagai syuhada untuk keutuhan ibu pertiwi. Kami tulang tulang berserakan, kenang kenanglah kami.

inilah fakta sejarah

Kemudian di sisi lain prasasti itu bertuliskan, peserta rapat. Khatib Sulaiman (Ketua MPRD Sumatera Tengah), Letkol Dahlan Ibrahim (Pang Div Banteng/ Kas Gubmil Sumbar), Letkol Munir Latif (Dan Yon III Resimen II Sungai Penuh), Mayor A Talib (Wakil Kastaf Gubmil), Mayor Zainuddin (Dan Yon Singa Harau), Mayor Sofyan Ibrahim (Pa Intel Div Banteng), Mayor Syafei ( Kom Fron Sub Sek Payakumbuh), Mayor Sidi Bakaruddin ( Bupati Militer Kabupaten Agam), Kapten Tantawi (Wadan Yon Merapi), Lettu Azinar (Dan Ki II Yon Merapi), Letda Syamsul Bahrri (Anggota Staf Gubmil), Arisun Sutan Alamsyah (Bupati Militer 50 Kota), Syamsul Bahar (Anggota Staf MPRD), Abdullah (Anggota Staf MPRD).

Kepala LPP RRI Bukittinggi Budi Suwarno napak tilas di lokasi Peristiwa Situjuah

Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah ke-75 tahun 2024 di Lapangan Bola Kaki Khatib Sulaiman di Jorong Tangah, di Nagari Situjuah Batua itun dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, dan bertindak sebagai Komandan Upacara , Kompol Winedri dari Polres Payakumbuh, dan Perwira Upacara, Kompol Julianson (Kabag Ops Polres Payakumbuh).

Pasukan upacara berasal dari Kodim 0306 Limapuluh Kota, Denzipur 2 Prasada Sakti, Yonif 131 Bukit Barisan, Polres Limapuluh Kota, Polres Payakumbuh, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, BPBD dan Basarnas, Sat Linmas Kecamatan Situjuah Limo Nagari, KNPI, FKPPI, PPM, Satuan Bela Negara/Pemuda Pancasila, karang taruna, Korpri, PGRI, mahasiswa, IPDN, SMA se-Sumatera Sumatera Barat, SMAN 1 Situjuah, MAN Al Makmur, SMPN1 Situjuah MTsN 5 Limapuluh Kota, Pesantren Al Makmur, SD Negeri 01 Situjuah Batua.

Sedangkan, di bawah tenda ditempati oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Limapuluh Kota, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ketua KPU Sumatera Barat, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan tamu undangan lainnya.

Usai Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy kepada RRI mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ingin momentum Peristiwa Situjuah dimaknai oleh generasi muda sehingga lintas sejarah ini selalu diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dikatakan, merawat sejarah harus ditanamkan sedari dini sehingga terlahir generasi penerus hebat masa depan yang tidak melupakan jasa para pahlawan dan perjuangannya. Pihaknya apresiasi dedikasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersama jajaran dengan terus mengupayakan momen untuk mengingat dan mengenang perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.

“kita berterima kasih kepada Pak Bupati Limapuluh Kota bersama jajaran yang telah merawat sejarah, termasuk di Sumatera Barat, salah satunya Peristiwa Situjuah. Kita ingin generasi muda dapat mewujudkan cita cita pahlawan seperti yang saya sampaikan dalam amanat tadi, pahlawan dan pejuang telah rela mengorbankan harta bahkan nyawa untuk bangsa ini, tinggal kita melanjutkan dan mengisi kemerdekaan, dengan melakukan hal yang baik, mendoakan dan mengenang jasa pejuang dan pahlawan itu,”ujarnya

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy didampingi Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berupaya agar para pejuang yang gugur dalam Peristiwa Situjuah ini dianugerahi sebagai pahlawan nasional, hal demikian diusulkan melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Walaupun butuh kajian dan proses yang tidak sebentar, usaha kebaikan tetap digelorakan.

“itu tentu perlu proses yang cukup panjang, kita ingin pejuang Peristiwa Situjuah ini mendapatkan anugerah sebagai pahlawan nasional, kita mencoba bersama Pemkab Limapuluh Kota mengusulkan ke Kementerian Sosial RI. Kita bangga sekarang banyak pihak yang mencoba menulis tentang sejarah, dan kita ingin dokumen itu dibukukan, termasuk Peristiwa Situjuah,”katanya

Wagub Audy meletakan karangan bunga di depan Makam Pejuang di Lurah Kincia

Dalam rangkaian Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah itu juga terdapat sesi penyerahan penghargaan terhadap sejumlah nama yang berjasa dan berdedikasi mewarisi nilai perjuangan, bela negara, khususnya rangkaian Peristiwa Situjuah.

Rezka Oktoberia, Cucu Muhammad Zein yang merupakan salah seorang pejuang dalam Peristiwa Situjuah menyebutkan pihaknya bangga menjadi bagian dari lintas sejarah perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kakeknya ikut andil dalam mata rantai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Disebutkan, jiwa nasionalisme dan perjuangan itu tetap mengalir di dalam dirinya secara pribadi dan keluarga agar cita-cita luhur pahlawan dan pejuang itu diupayakan terwujud di lapangan.

“menjadi keluarga dari salah satu pejuang Peristiwa Situjuah adalah sebuah kebanggan bagi kami dan keluarga. Kakek saya ikut berjuang dalam sejarah Bangsa Indonesia. Kami ingin jiwa nasionalisme dan perjuangan yang dimiliki pahlawan dan pejuang itu mengalir dalam diri kami bersama keluarga. Pahlawan dan pejuang yang rela berkorban nyawa dan harta benda demi kemerdekaan bangsa,”sebutnya

Rezka Oktoberia, Senator Senayan yang merupakan cucu dari Pejuang Peristiwa Situjuah Muhammad Zein

Anggota DPR RI ini tegaskan negara sempat hadir di Kabupaten Limapuluh Kota dan Sumatera Barat dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang beribukota di Bukittinggi, walaupun sesaat. Kedepan, momentum peringatan sejarah serupa Peringatan Peristiwa Situjuah ini lebih dikemas secara profesional, nilai historis dan kolosal dapat dipersembahkan melalui berbagai metode dan media.

“kita ingin peringatan sejarah, seperti memperingati Peristiwa Situjuah, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan maka nilai historis dan kolosal itu dapat ditampilkan, bisa dengan drama, atau penampilan lain agar pewarisan sejarah diberikan kepada generasi mendatang,”tegasnya

Ia optimis pelaku sejarah, seniman, sastrawan, insan media dan stakeholder lainnya selalu bersemangat untuk memberikan bukti otentik terkait sejarah bangsa, sehingga diterbit dan dicetaknya dokumen dalam bentuk buku. Buku itu nantinya dibaca dan dipahami secara bersama bahwa ranah minang tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan dan mempertahankan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

foto bersama

Diketahui, Wakil Gubernur Sumatera Audy Joinaldi didampingi Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Ketua Pengadilan Negeri Limapuluh Kota, Dan Yonif 131 Bukit Barisan dan rombongan usai upacara di Lapangan Bola Kaki Khatib Sulaiman Situjuah Batua melanjutkan ziarah ke Makam Pejuang Situjuah Lurah Kincia.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf,bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, dan rombongan melakukan ziarah ke Makam Pejuang Situjuah Gadang.

peserta didik di Situjuah Batua menjadi saksi Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah ke-75 tahun 2024

Sementara, Komandan Kodim 0306/ 50 Kota Letkol Inf Adri Asmara Yudha, bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Danden Zipur, dan rombongan melakukan ziarah ke Makam Pejuang Situjuah Banda Dalam. Dimana, di Makam Kuburan Salapan di Nagari Situjuah Banda Dalam ini dimakamkan kakek dari Rezka Oktoberia yakni Muhammad Zein bersama para pejuang lainnya yang gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

foto bersama


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....