Bangkai Lumba-Lumba Ditemukan dengan Perut Penuh Plastik

  • 27 Jul 2026 08:16 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pesisir Selatan - Dampak mengerikan dari maraknya pembuangan sampah plastik kini mulai mengancam keselamatan satwa lindung di laut. Biota laut yang mencari makan di sekitar perairan Sumatera Barat rentan menjadi korban fatal.

Berbagai kasus kematian mamalia laut belakangan ini sering kali disebabkan oleh faktor penyumbatan saluran pencernaan. Hewan-hewan tersebut tidak sengaja menelan lembaran plastik yang mengapung karena mengira itu adalah ubur-ubur.

Dalam program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, Aktivis Lingkungan Pesisir, David Andespin membagikan kisah tragis mengenai temuan kasus kematian satwa yang dievakuasi oleh tim relawan.

"Kami pernah menemukan bangkai lumba-lumba yang kondisi perutnya penuh dengan sampah plastik," tutur David.

Selain lumba-lumba pihaknya juga sering mendapati penyu yang terjebak jaring penangkap di sela-sela karang. Seluruh tubuh satwa malang tersebut terlilit material tali plastik hingga mengalami luka robek yang cukup parah.

Fakta di lapangan ini membuktikan bahwa ancaman pencemaran laut bukan sekadar cerita fiksi di media sosial. Realitas ini merupakan alarm keras bagi manusia untuk segera merubah pola konsumsi kemasan plastik harian.

"Kejadian miris ini membuktikan bahwa sampah kita telah membunuh makhluk hidup di laut," ucapnya dengan sedih.

David menegaskan, Upaya penyelamatan satwa tidak akan pernah berhasil jika sumber polusi dari daratan tidak dihentikan total. (DR/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....