Zahra Aulia Ubah Trauma Perundungan Menjadi Prestasi Gemilang
- 23 Jun 2026 08:32 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Berangkat dari pengalaman pahit menjadi korban perundungan (bullying) sejak taman kanak-kanak hingga sempat mengalami cedera fisik, Zahra Aulia Ramadhani berhasil mengubah trauma menjadi untaian prestasi yang mengagumkan.
Alumnus berprestasi dari MTsN 1 Kota Bukittinggi yang akrab disapa Rara ini membagikan kisah hidupnya, dalam siaran langsung program Pro 2 Sport RRI Bukittinggi di kanal YouTube RRI Bukittinggi.
Dorongan sang ibu agar ia mampu melindungi diri kini justru mengantarkannya menjadi sosok tangguh yang sukses menyeimbangkan dua dunia yang bertolak belakang, yakni olahraga beladiri Taekwondo dan dunia literasi.Bukti kerja keras Rara terpampang nyata melalui deretan perolehan prestasi gemilang di kedua bidang tersebut.
Di atas matras Taekwondo, ia sukses menyabet gelar Juara 1 tingkat Sumatra Barat dan Kota Bukittinggi sebanyak empat hingga enam kali, serta membawa pulang trofi Juara 2 dari berbagai kejuaraan regional di Solok, Pesisir Selatan, dan Padang.

Sementara di jalur literasi yang ditekuninya sejak SD, Rara telah menerbitkan dua cerpen antologi berjudul "Kisah Si Bungsu" dan sebuah cerita masa kecilnya, bahkan sempat menorehkan penampilan emosional dalam pemilihan Duta Penyuluh Literasi Sumatra Barat di Padang seorang diri tanpa didampingi orang tua karena sang ayah sedang sakit.
Di balik gemerlap penghargaan tersebut, tersimpan perjuangan hebat melawan rasa lelah dan manajemen waktu yang sangat ketat di antara jadwal latihan, sekolah, dan organisasi. Alih-alih menyimpan kisah masa lalunya sebagai beban.
Rara menyalurkan kepedulian sosialnya sebagai anggota Forum Anak dengan menginisiasi gerakan antiperundungan bernama "The Save Voice Movement" di bawah bimbingan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak). Perjuangan dan dedikasi luar biasa ini pula yang kini membawanya tengah bersiap memikul tanggung jawab besar untuk mewakili Sumatra Barat dalam ajang pemilihan Putri Pelajar Indonesia di Jakarta.
Kunci utama Rara dalam mengarungi padatnya aktivitas adalah prinsip untuk selalu percaya pada proses (believe in the process) dan berani mengambil setiap peluang yang ada. Remaja yang juga gemar menulis diari demi menjaga kesehatan mentalnya ini memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang psikolog hebat dan mendirikan lembaga konseling anak sendiri dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Menutup perbincangannya, Rara berpesan kepada generasi muda agar tidak pernah takut mencoba hal baru, terus melangkah maju, dan tidak berhenti hanya di satu titik saja. (NAS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....