Lentera Literasi dari Rumah Pribadi: Kisah Inspiratif Rumah Baca Anak Nagari

  • 28 Apr 2026 09:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam – Sebuah bangunan di Jalan Kusuma Bakti Nomor 12, Aro Kandikir, Kabupaten Agam, kini menjadi saksi bisu transformasi literasi masyarakat. Bangunan yang dikenal sebagai Rumah Baca Anak Nagari ini berdiri berkat inisiatif mulia dari Sry Eka Handayani atau Bunda Sri.

Keresahan Bunda Sri melihat ketergantungan anak-anak terhadap gawai menjadi pemantik awal berdirinya rumah baca ini. Aksi nyata tersebut semakin kuat setelah anak sulungnya yang masih balita meminta agar koleksi buku pribadinya bisa dibaca oleh anak-anak lain.

Tanpa ragu, Bunda Sri merelakan rumah pribadinya untuk dialihfungsikan menjadi wadah belajar bagi anak nagari. Di tempat ini, setiap sudut rumah ditata sedemikian rupa menjadi ruang membaca yang luas dan nyaman tanpa sekat.

Kini, Rumah Baca Anak Nagari telah berkembang pesat dan dikelola secara profesional menggunakan sistem InlisLite. Fasilitas yang tersedia pun semakin lengkap, mulai dari ruang komputer, area bermain anak, hingga ruang prakarya.

Setiap akhir pekan, puluhan anak memadati rumah ini untuk mengikuti berbagai kegiatan edukatif secara gratis. Mereka belajar membuat eco-enzyme, kursus komputer, hingga mengasah kemampuan bahasa Inggris.

Tempat ini juga menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa untuk berdiskusi dan mengerjakan tugas. Dukungan fasilitas Wi-Fi gratis serta koleksi buku yang lengkap menjadi daya tarik utama bagi para pegiat literasi.

Tidak hanya anak-anak, para ibu di nagari setempat pun ikut berdaya melalui program Gerakan Sosial Masyarakat (Gersorsma). Melalui program ini, mereka belajar memasak hingga membuat kerajinan tangan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dedikasi luar biasa ini akhirnya membuahkan prestasi membanggakan di tingkat nasional sebagai bagian dari Top Nasional kategori taman bacaan. Pengakuan tersebut membawa dukungan besar berupa ribuan judul buku dari Dinas Perpustakaan Provinsi hingga Perpustakaan Nasional.

Bagi Bunda Sri, literasi bukan sekadar kemampuan mengeja huruf, melainkan cahaya yang menuntun menuju kesejahteraan masyarakat. Semangat ini terus menyala dari Simpang Taman Ujung untuk menyinari masa depan anak-anak di Sumatera Barat.

Hingga Selasa, 28 April 2026, Rumah Baca Anak Nagari terus konsisten menjadi lentera ilmu bagi lingkungan sekitar. Keberadaannya membuktikan bahwa ketulusan dari sebuah rumah pribadi mampu menciptakan perubahan besar bagi bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....