Dari Jalanan Menuju Cahaya: Kisah Inspiratif Ary Rusmady,SH
- 27 Apr 2026 16:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Langkah hidup seseorang tak selalu dimulai dari jalan yang terang. Ada yang harus menapaki lorong gelap, jatuh berkali-kali, bahkan kehilangan arah, sebelum akhirnya menemukan cahaya. Kisah itu tergambar nyata dalam perjalanan hidup Ary Rusmady, SH—atau yang akrab disapa Da I.

Di kalangan pergaulannya, ia juga dikenal dengan panggilan Ken. Bahkan, semasa kuliah, sebagian temannya menjulukinya “Doktor”. Sebuah panggilan yang bukan tanpa alasan—lahir dari kekaguman terhadap cara berpikir, semangat, dan daya juangnya yang tak biasa.

Namun, siapa sangka, sosok yang kini berdiri penuh percaya diri itu pernah berada di titik paling rendah dalam hidupnya.
Tahun 2000 menjadi titik balik yang tak terlupakan. Saat itu, Da I datang dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Mata merah, ucapan tak jelas, dan sikap yang sulit dipahami. Ia seperti kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Namun di tengah kondisi itu, terselip sebuah kalimat yang sederhana, tapi mengguncang:
"Saya ingin tobat nasuha. Saya ingin berubah dan mengganti mindset menjadi orang sukses."
Kalimat itu bukan sekadar ucapan. Ia adalah awal dari sebuah perjalanan panjang—perjalanan hijrah yang penuh ujian, jatuh bangun, dan air mata.
Perubahan tidak datang dalam semalam. Ia butuh waktu, kesabaran, dan lingkungan yang mendukung. Dengan empati, persahabatan, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya, Da I perlahan bangkit.
Hari demi hari, tahun demi tahun, ia menata hidupnya kembali. Meninggalkan masa lalu yang kelam, dan menapaki masa depan dengan tekad baru. Sebuah perjalanan yang tidak singkat—27 tahun lamanya.
Waktu membuktikan satu hal: kesungguhan tidak pernah mengkhianati hasil.
Kini, Da I bukan lagi sosok yang dulu. Ia telah bertransformasi menjadi pribadi yang kuat, rendah hati, dan penuh makna. Lebih dari sekadar perubahan diri, ia menjadi inspirasi hidup bagi banyak orang.
Puncak dari perjalanan itu terwujud dalam satu momen yang mengharukan: keberhasilannya meraih gelar Sarjana Hukum (SH).
Sebuah pencapaian yang bukan hanya tentang akademik, tetapi tentang kemenangan melawan diri sendiri. Tentang membuktikan bahwa masa lalu tidak pernah menjadi vonis untuk masa depan.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran banyak pihak. Dukungan, doa, serta bantuan, termasuk dari anak asuh Majelis Taklim, menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya.
Hari ini, Ary Rusmady berdiri sebagai simbol harapan.
Bahwa perubahan itu nyata.
Bahwa setiap orang punya kesempatan kedua.
Bahwa seberat apa pun masa lalu, masa depan tetap bisa diperjuangkan.
Kisahnya bukan sekadar cerita, tetapi pelajaran hidup. Tentang keberanian untuk berubah, tentang keteguhan dalam berproses, dan tentang keyakinan bahwa cahaya selalu ada bagi mereka yang mau berjalan mencarinya.
Selamat wisuda, Da I.
Semoga ilmu yang diraih menjadi berkah, mengangkat derajat, dan memberi manfaat luas bagi sesama.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.
Cat: Ustadz H. Syamsul Bahri, S.HI, MA
(Ketua BKMT Kota Bukittinggi)
(Syafrial)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....