Kisah Transformasi Mantan Anak Perambah Menjadi Peneliti Konservasi
- 08 Jan 2026 14:44 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Perjalanan hidup seseorang sering kali membawa perubahan drastis dari masa kecil yang sulit menuju pengabdian yang luar biasa. Suyadi, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Peneliti Ahli Muda pada Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, lahir di tengah hutan Bukit Barisan Selatan.
Melansir Kanal Youtube BRIN Indonesia, Keluarganya dahulu hidup sebagai perambah hutan yang menggantungkan seluruh kebutuhan protein pada perburuan satwa liar di alam. Mas Suyadi mengenang masa kecilnya di mana satwa seperti rusa, tapir, hingga gajah menjadi sumber makanan utama demi kelangsungan hidup.
Titik balik kesadaran konservasi muncul ketika desa terisolirnya mengalami konflik hebat dengan gajah yang merusak lumbung padi warga. Suyadi, Ph.D. menyaksikan langsung penderitaan masyarakat dan kerentanan hidup manusia yang berbatasan langsung dengan habitat satwa yang terancam.
Kehadiran peneliti asing di wilayah Way Canguk menjadi katalisator penting yang mengubah cara pandang beliau terhadap kelestarian hutan hujan. Mas Suyadi mulai menyadari bahwa satwa yang dahulu diburu sebenarnya memiliki peran vital sebagai petani alami yang menjaga regenerasi hutan.
Meskipun lahir tanpa pilihan fasilitas, beliau memendam ambisi besar untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mengubah nasib keluarga. Suyadi, Ph.D. membuktikan bahwa latar belakang sebagai anak perambah tidak menghalangi seseorang untuk menjadi pelindung keanekaragaman hayati yang mendunia.
Semangat belajar yang tinggi membawa beliau meraih beasiswa dari tingkat sekolah menengah hingga menyelesaikan pendidikan doktoral di luar negeri. Mas Suyadi kini mendedikasikan ilmunya untuk menjaga kawasan hutan yang dahulu pernah ia tinggali sebagai seorang perambah kecil.
Kisah beliau merupakan pengingat bahwa perubahan besar dalam konservasi harus dimulai dari hati masyarakat yang paling dekat dengan hutan. Suyadi, Ph.D. berharap pengalamannya dapat menginspirasi generasi muda lainnya yang memiliki keterbatasan serupa untuk berani mengejar mimpi setinggi langit. (DR/IR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....