Tegar Hadapi Musibah, Kisah Korban Jadi Potret Ketabahan

  • 05 Des 2025 13:58 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, AGAM: Duka mendalam masih menyelimuti Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pasca banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu pada 27 November lalu. Di balik tumpukan puing dan kisah kehilangan yang memilukan, ketegaran seorang warga bernama Ibnu Riaga menjadi perhatian di posko pengungsian.

Ibnu merupakan satu dari ratusan pengungsi yang kini menempati posko utama di SD Negeri 05 Kayu Pasak. Namun nasibnya lebih berat dibanding sebagian warga lainnya. Istri dan anak perempuannya menjadi korban meninggal dunia dalam bencana tersebut, setelah terseret arus banjir bandang yang menerjang permukiman mereka.

Tim gabungan siaga bencana menemukan jasad anak Ibnu pada 30 November, sekitar 300 meter dari rumah mereka. Sang istri ditemukan lebih jauh, sekitar dua kilometer dari lokasi awal. Keduanya menjadi bagian dari 47 korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Nagari Salareh Aia.

Setelah proses identifikasi, keduanya dimakamkan sesuai syariat Islam.

Meski mengalami kehilangan besar, Ibnu tampak mulai tegar. Ia berusaha menerima takdir tersebut dengan ikhlas. Bahkan, di tengah kesedihan yang menimpanya, Ibnu tetap menunjukkan kepedulian kepada anak-anak lain di pengungsian.

Menurutnya, banyak anak menyaksikan langsung peristiwa mengerikan pada malam kejadian. Mereka kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan menyaksikan kehancuran di depan mata.

“Anak-anak ini perlu trauma healing. Mereka harus dibantu supaya kuat dan tidak menyimpan trauma setelah kejadian ini,” ujar Ibnu.

Harapan Ibnu sejalan dengan kebutuhan mendesak di pengungsian. Nagari Salareh Aia menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan puluhan korban meninggal dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Di tengah situasi itu, kisah Ibnu Riaga hanyalah satu dari sekian banyak kisah duka dan ketegaran yang dialami ratusan warga yang selamat dari banjir bandang. Cerita Ibnu menjadi gambaran bagaimana para korban berusaha bangkit, saling menguatkan, dan terus berharap meski kehilangan begitu banyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....