Mengenal Paus Sirip Balaenoptera Physalus
- 30 Okt 2025 08:36 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Nama ilmiah paus sirip adalah Balaenoptera physalus, yang berasal dari bahasa Latin dan Yunani. Paus ini dapat menyemburkan air hingga 6 meter ke udara melalui lubang napasnya, demikian dilansir dari website Internasional Fund for Animal Welfare (IFAW) www.ifaw.org.
Paus sirip memiliki beberapa nama lain seperti finback whale, razorback whale, common rorqual, dan slender baleen whale. Paus biru yang lebih besar juga termasuk dalam keluarga Balaenopteridae.
Berdasarkan daftar merah dari International Union for Conservation ofNature (IUCN), paus sirip berstatus rentan. Dari 1996 hingga 2018, mereka sempat dikategorikan terancam punah, namun populasinya kini mulai pulih.
Lebih dari 700.000 paus sirip diburu di belahan bumi selatan antara awal 1900-an hingga 1970-an. Regulasi perburuan komersial membantu pemulihan, meski ancaman dari manusia dan perubahan iklim tetap ada.
Paus sirip tersebar di berbagai perairan dunia, terutama di laut beriklim sedang hingga subkutub. Mereka kadang terlihat di daerah tropis seperti Peru dan Seychelles, namun lebih menyukai perairan dalam jauh dari pantai.
Paus ini bermigrasi setiap tahun, menghabiskan musim semi dan musim panas di perairan dingin. Musim dingin mereka habiskan di perairan hangat untuk berkembang biak, meski lokasi tepatnya belum diketahui.
Tidak semua paus sirip bermigrasi; beberapa tetap tinggal di wilayah dingin bila makanan tersedia. Paus sirip dikenal sosial dan hidup dalam kelompok kecil hingga ratusan individu.
Kelompok besar paus sirip biasanya terlihat saat musim makan. Mereka berkumpul di perairan kaya makanan untuk memaksimalkan asupan. (DR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....