Populasi Paus Kanan Atlantik Utara Kritis Menurun

  • 30 Okt 2025 08:19 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Hanya sekitar 370 paus kanan Atlantik Utara yang tersisa di lautan, menjadikan setiap individu sangat berharga bagi kelangsungan hidup spesies ini. Setiap tahun, peneliti di wilayah tenggara Amerika Serikat memantau kelahiran anak paus baru untuk menjaga populasi mereka, demikian dilansir dari website Internasional Fund for Animal Welfare (IFAW) www.ifaw.org.

Paus kanan Atlantik Utara menghadapi ancaman serius seperti tabrakan kapal, jeratan alat tangkap ikan, polusi suara laut, dan perubahan iklim. Aktivitas manusia yang meningkat turut memperpendek usia mamalia laut raksasa ini yang sebenarnya bisa hidup hingga 70 tahun.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat. Badan ini bertugas memprediksi cuaca, memantau kondisi lautan dan atmosfer, memetakan samudra, serta mengelola dan melindungi sumber daya laut dan pesisir. NOAA menetapkan peristiwa kematian tidak biasa pada 2017, tercatat 41 paus mati, 37 cedera serius, dan 70 sakit parah. Angka ini mewakili lebih dari 35 persen populasi saat ini dan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Dalam periode yang sama hanya ada 88 kelahiran, sembilan di antaranya mati di tahun yang sama. Laju kelahiran ini belum mampu menutupi jumlah kematian yang terus meningkat setiap tahun.

Musim melahirkan paus kanan Atlantik Utara berlangsung dari pertengahan November hingga pertengahan April. Hanya tersisa 70 paus betina yang masih bisa bereproduksi dan terus dipantau demi kelangsungan hidup spesiesnya.

Jika musim melahirkan menghasilkan 20 anak paus baru, itu sudah dianggap produktif. Namun untuk memulihkan populasi, dibutuhkan minimal 50 kelahiran setiap tahun.

Apabila jumlah paus betina produktif turun menjadi 50 ekor, spesies ini terancam punah secara fungsional. Kondisi ini menuntut perhatian dan tindakan cepat dari seluruh pihak yang peduli pada konservasi laut. (DR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....