Kenapa Kita Susah Lepas dari Ponsel ?

  • 21 Okt 2025 13:26 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN , Bukittinggi : Pernah nggak, kamu cuma niat buka ponsel “sebentar aja” buat cek pesan atau media sosial, tapi tahu-tahu udah satu jam berlalu? Tangan masih terus menggulir layar, padahal mata dan pikiran udah capek. Kalau iya, kamu nggak sendirian.

Fenomena ini bahkan punya istilahnya sendiri: doomscrolling — kebiasaan menggulir tanpa henti, entah untuk lihat berita, video pendek, atau sekadar “mengisi waktu kosong”. Tapi kenapa, sih, kita susah banget berhenti?

1. Ponsel Memang Didisain Biar Kamu Tetap Nempel

Nggak bisa lepas dari ponsel bukan berarti kamu lemah — tapi karena sistemnya memang dirancang seperti itu.

Aplikasi media sosial dibuat agar kamu betah berlama-lama di sana. Tiap notifikasi, “like”, atau video menarik itu sengaja disusun untuk memicu hormon dopamin, zat kimia yang bikin kamu merasa senang dan pengin terus lanjut.

Hasilnya, kamu terus scroll tanpa sadar waktu berjalan.

2. Kita Nggak Nyaman dengan Rasa Bosan

Zaman dulu, bosan itu hal biasa. Tapi sekarang, begitu ada jeda sedikit aja — nunggu makan datang, di perjalanan, atau sebelum tidur — tangan langsung refleks buka ponsel.

Kita udah jarang banget benar-benar diam tanpa gangguan. Padahal, dari rasa bosan itulah sering muncul ide baru atau momen tenang yang menenangkan pikiran.

3. Takut Ketinggalan (FOMO)

Fenomena fear of missing out atau FOMO juga bikin kita susah lepas dari layar.

Kita takut ketinggalan berita, tren, gosip, atau momen hidup orang lain. Media sosial membuat kita merasa dunia terus berputar tanpa henti — dan kita harus selalu ikut di dalamnya.

Padahal, nggak apa-apa kok kalau sesekali offline. Dunia nyata nggak akan berhenti cuma karena kamu berhenti scroll.

4. Scroll Jadi Bentuk Pelarian

Kadang, kita bukan cuma cari hiburan, tapi juga pelarian. Saat stres, cemas, atau sedih, buka ponsel terasa seperti cara paling mudah buat “lari” dari pikiran sendiri.

Masalahnya, pelarian ini sering cuma menenangkan sementara. Setelah layar dimatikan, rasa lelah dan kosong itu tetap ada — ditambah waktu yang sudah terbuang percuma.

5. Cara Pelan-pelan Lepas dari Kebiasaan Ini

Kamu nggak perlu langsung detoks digital total. Cukup mulai dari hal kecil:

Tentukan waktu “tanpa ponsel”, misalnya 30 menit sebelum tidur.

Matikan notifikasi yang nggak penting.

Simpan ponsel jauh dari jangkauan saat bekerja atau makan.

Ganti waktu scroll dengan kegiatan lain yang menenangkan — baca buku, jalan santai, atau ngobrol langsung dengan orang terdekat.

Tujuannya bukan untuk berhenti sepenuhnya, tapi untuk mengendalikan, bukan dikendalikan.

Ponsel bukan musuh. Tapi kalau kita nggak sadar cara menggunakannya, kita bisa terjebak dalam pusaran tanpa ujung.

Scroll tanpa henti mungkin terasa menyenangkan sesaat, tapi dunia nyata tetap lebih penting.

Jadi, coba sesekali letakkan ponselmu, pandang sekitar, dan rasakan hidup tanpa layar. Mungkin di situ kamu akan menemukan kembali ketenangan yang selama ini hilang di antara ribuan konten. (RW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....