Aksi Serentak di 9 Kota, Selamatkan Harimau Sumatera!
- 05 Okt 2025 15:33 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Peringatan Hari Harimau Sedunia 2025 dirayakan meriah di sembilan kota di Indonesia dengan satu semangat yang sama: menyuarakan pentingnya perlindungan Harimau Sumatera.
Kampanye ini digelar secara serentak oleh Centre for Orangutan Protection (COP) bersama jaringan relawan Orangufriends dan mitra lokal. Lewat aksi kreatif, pembagian stiker, poster, hingga orasi jalanan, kampanye ini sukses menarik perhatian masyarakat di berbagai kota dari Medan hingga Yogyakarta.
Tujuan utama dari rangkaian kegiatan ini sangat jelas dan mendesak: menyelamatkan harimau dari jerat, perburuan, dan ancaman hilangnya habitat.
Di Kota Padang, semarak perayaan terlihat saat Car Free Day (CFD) pada Minggu, 28 Juli 2024. Wajah-wajah anak-anak dilukis menyerupai harimau, disambung pertunjukan monolog dari Komunitas Teater Nan Tumpah, dan tarian massal bersama maskot harimau. Suasana menjadi semakin hidup dan edukatif.
Sementara di Medan, melansir website orangutanprotection.com, area CFD di Lapangan Merdeka berubah menjadi ruang diskusi terbuka. Anak-anak hingga orang tua ikut terlibat, bahkan seorang penari reog cilik secara spontan menari di depan kamera, menyampaikan pesan konservasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Di Padang, pembagian stiker kampanye mendapat respon positif dari pengunjung CFD. Seorang pelari bahkan secara spontan menyatakan dukungan dengan mengatakan, “Ini aksi keren, kami mendukung!” Antusiasme juga terlihat di Pasaman, di mana kampanye dilakukan bersamaan dengan kegiatan jalan santai warga.
Seruan “Bongkar Jerat Jahat! Selamatkan Harimau” digaungkan dengan simbolisasi gerakan 'cakar harimau'. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Pasaman yang secara langsung menyatakan dukungan mereka turut memperkuat semangat warga dalam menjaga kelestarian habitat harimau.
Kota Kuningan juga tak kalah kreatif. Kampanye longmarch di sana ditutup dengan “meja harapan”, sebuah sudut tempat warga menuliskan doa dan aspirasi mereka untuk keselamatan satwa liar. Inisiatif ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mengikat partisipasi publik secara emosional.
Di Batang, Malang, dan Yogyakarta, aksi kampanye dipenuhi energi positif. Di Malang, topeng harimau menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak, bahkan pedagang setempat turut menempelkan stiker kampanye di lapaknya.
Di kawasan Malioboro, Yogyakarta, wisatawan lokal maupun mancanegara ikut meramaikan kampanye dengan memakai topeng harimau dan berdiskusi dengan relawan. Seorang relawan yang sedang naik KRL dari Solo ke Yogyakarta pun tak melewatkan kesempatan untuk menyuarakan kampanye ini di dalam kereta, membuktikan bahwa semangat konservasi bisa dibawa ke mana saja.
Tema besar kampanye tahun ini adalah “Bongkar Jerat Jahat! Selamatkan Harimau Sumatera!”, yang lahir dari keprihatinan mendalam atas kejadian tragis di Jambi. Seekor harimau sumatera yang sempat diselamatkan dari jerat akhirnya mati di tempat penampungan sementara (TPS).
Tragedi ini menjadi pengingat nyata tentang kejamnya jerat satwa dan pentingnya perlindungan nyata bagi satwa liar.
Melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan, kampanye ini membuktikan bahwa pesan konservasi bisa disampaikan dengan cara yang dekat dengan masyarakat, tanpa mengurangi urgensinya. Harimau Sumatera butuh perlindungan nyata, dan suara masyarakat bisa menjadi kekuatan penting untuk mendorong perubahan. (DR/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....