Kisah Halida Nuriah Hatta Merawat Warisan Bung Hatta

  • 30 Agt 2025 20:19 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Di balik nama besar Bung Hatta sebagai Bapak Proklamator dan ikon literasi, ada sosok yang dengan penuh cinta merawat warisan intelektualnya, Dra. Halida Nuriah Hatta, M.A. Putri bungsu Bung Hatta ini tak sekadar menjaga warisan ayahnya, tetapi juga menghidupkan gagasan tentang literasi sebagai napas bangsa.

Dalam diskusi hangatnya bersama RRI, Selasa (12/08/2025), ia mengungkapkan bahwa sejak muda, dirinya akrab dengan rumah yang dipenuhi rak buku, aroma kertas tua, dan diskusi tentang masa depan bangsa bersama sang ayahanda semasa beliau hidup. Dari sanalah ia menyadari bahwa warisan terbesar ayahnya bukanlah harta benda, melainkan api pengetahuan yang tak boleh padam.

Halida Nuriah Hatta dikenal aktif dalam dunia pendidikan, penelitian, dan kebudayaan. Dengan latar belakang akademis yang kuat, Halida memahami bahwa literasi bukan sebatas keterampilan membaca dan menulis, melainkan sebuah proses membentuk kesadaran kritis.

Melalui berbagai forum diskusi, seminar, hingga kegiatan literasi masyarakat, ia senantiasa menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa. “Ayah selalu percaya, dengan buku kita bisa melihat dunia lebih luas,” ungkapnya.

Halida mengungkapkan bagaimana ayahnya, Bung Hatta, rela hidup sederhana demi bisa membeli buku. Nilai itu kemudian ia warisi dan terus disebarkan kepada generasi muda.

Menurutnya, bangsa yang literat adalah bangsa yang tidak mudah dipecah belah oleh hoaks, tidak gampang diombang-ambingkan isu, dan mampu melahirkan solusi dari perbedaan pandangan.

Dari sebuah perpustakaan pribadi sang ayahanda, naskah-naskah dan buku lama, sampai gagasan ekonomi kerakyatan yang pernah ditulis, semua dirawat dengan penuh ketekunan.

Ia meyakini, generasi muda Indonesia perlu bersentuhan langsung dengan pemikiran dan warisan Bung Hatta agar agar paham bahwa perjuangan bangsa tidak hanya melalui senjata, melainkan juga kata-kata dan gagasan-gagasan besar.

Eksistensi Halida Nuriah Hatta, menjadi pengingat bahwa menyalakan obor literasi bukan hanya tugas pemerintah dan pihak terkait, melainkan juga tugas setiap individu. Dengan ketekunan dan kegigihannya,

Halida Nuriah Hatta menjelma sebagai jembatan antara warisan sejarah Bung Hatta dan kebutuhan bangsa Indonesia masa kini , yakni menjadikan literasi sebagai budaya yang hidup, mengakar, dan menuntun Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. (AMP/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....