Kakapo, "Kakak Tua yang Tak Bisa Terbang"
- 20 Jul 2025 08:27 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Tahukah kamu bahwa ada burung nokturnal yang menyerupai burung hantu, tetapi berasal dari keluarga kakaktua? Inilah Kakapo (Strigops habroptilus), salah satu burung paling unik dan langka di dunia. Kakapo berasal dari Selandia Baru dan dikenal sebagai burung kakak tua terbesar sekaligus satu-satunya burung kakaktua di dunia yang tidak bisa terbang.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas fakta menarik tentang burung kakapo, dari fisiknya yang menggemaskan hingga kebiasaannya yang penuh misteri.
1. Tidak Bisa Terbang, Tapi Jago Memanjat
Salah satu keunikan utama Kakapo adalah tidak mampu terbang, berbeda dengan mayoritas burung lainnya. Sayapnya kecil dan tidak cukup kuat untuk mengangkat tubuhnya yang berat.
Namun, ia sangat ahli memanjat pohon dan melompat dari cabang ke cabang menggunakan cakarnya yang kuat dan paruh yang tajam. Mereka juga bisa meluncur ke tanah dari ketinggian menggunakan sayap sebagai penyeimbang.
2. Aktif di Malam Hari
Kakapo termasuk burung nokturnal, artinya mereka aktif di malam hari. Dengan mata besar dan indra penciuman yang tajam, mereka bisa menjelajahi hutan dalam gelap untuk mencari makanan berupa buah-buahan, daun, biji, dan kulit kayu.
3. Aroma Unik Seperti Bunga
Fakta menarik lainnya, kakapo mengeluarkan aroma khas yang manis, seperti campuran bunga dan madu.
Walaupun menyenangkan bagi manusia, aroma ini justru merugikan kakapo karena mudah terendus oleh predator. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa populasinya menurun drastis di masa lalu.
4. Jantan yang “Bernyanyi” untuk Mempesona Betina
Saat musim kawin, burung kakapo jantan akan membuat suara booming yang disebut “booming call”, terdengar hingga 1 kilometer jauhnya! Mereka juga menggali lubang kecil di tanah untuk memperkuat gema suara mereka dalam menarik perhatian betina.
5. Sangat Langka dan Dilindungi
Dulunya, kakapo hidup bebas di seluruh Pulau Utara dan Selatan Selandia Baru.
Namun, karena perburuan dan masuknya predator seperti kucing, tikus, dan musang, jumlah mereka menurun drastis. Saat ini, jumlah kakapo liar hanya sekitar 250 ekor dan semuanya berada dalam program konservasi intensif.
Pemerintah Selandia Baru bersama organisasi konservasi melakukan pemantauan ketat, teknologi pelacak, dan pembiakan buatan untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.
Burung kakapo adalah contoh nyata dari betapa luar biasanya evolusi di alam. Meskipun kakapo tidak bisa terbang, burung ini memiliki berbagai adaptasi unik seperti kemampuan memanjat, aktif di malam hari, hingga kemampuan vokal untuk kawin.
Keunikan fisik dan perilakunya membuat kakapo tidak hanya menjadi simbol konservasi di Selandia Baru, tetapi juga ikon global bagi perlindungan hewan langka.
Jika kamu tertarik pada dunia fauna unik, burung kakapo wajib masuk dalam daftar hewan yang harus kamu kenal. (RM/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....