Mari Kenali 9 Prasasti Kuno, Jejak Sejarah Adityawarman
- 29 Nov 2024 08:35 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Tanah Datar: Saksi bisu kejayaan kerajaan Melayu Kuno yang terletak di Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar yang dikenal dengan Kompleks Prasasti Pagaruyung. Pada situs ini terdapat 9 prasasti.
Dilansir dari laman kebudayaantanahdatar.com, Ke-9 prasasti yang ada di kompleks ini ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan sebagian menggunakan bahasa Sanskerta, serta sedikit bahasa Melayu Kuno. Saat ini, prasasti-prasasti tersebut diletakkan di dalam cungkup yang terlindungi, disusun secara berurutan sesuai dengan urutan kronologisnya.
Dimulai dari Prasasti Pagaruyung I, terbuat dari batu pasir kwarsa warna coklat kekuningan, prasasti ini berukuran tinggi 260 cm, lebar 133 cm, dan tebal 38 cm. Ditulis dalam bahasa Sanskerta dan Melayu Kuno, dengan angka tahun 1278 Ş (1356 M).
Urutan kedua Prasasti Pagaruyung II, batu pasir kwarsa coklat kemerahan menjadi media prasasti ini, yang berbentuk persegi dengan lengkungan setengah lingkaran di bagian atas. Prasasti ini berukuran 250 cm tinggi, 116 cm lebar, dan 18 cm tebal. Tahun yang tercatat pada prasasti ini adalah 1295 Ş (1373 M).
Pada urutan ketiga Prasasti Pagaruyung III, Prasasti ini dipahatkan pada batu andesit abu-abu kecoklatan, berbentuk memanjang dan memiliki ukuran panjang 190 cm, lebar 66 cm, dan tebal 15 cm. Ditetapkan pada tahun 1269 Ş (1347 M).
Sementara itu di urutan keempat terdapat Prasasti Pagaruyung IV, Meskipun batu andesit hitam ini telah aus dan hampir seluruh tulisannya hilang, prasasti ini tetap merupakan bagian penting dari koleksi ini. Ukuran prasasti ini 100 cm tinggi, 66 cm lebar, dan 15 cm tebal.
Prasasti Kelima adalah Pagaruyung V, Sebuah pecahan batu andesit yang berisi 5 baris tulisan menggunakan huruf Jawa Kuna. Meskipun sebagian batu telah pecah, prasasti ini tetap menjadi bagian penting dari warisan sejarah.
Di urutan keenam ada Prasasti Pagaruyung VI, Dibuat pada batu andesit coklat kekuningan, prasasti ini berbentuk persegi panjang tak beraturan, dengan tulisan yang cukup kasar dan kecil. Terdapat 2 baris tulisan dalam bahasa Jawa Kuna.
Berikutnya Prasasti Pagaruyung VII yang berderet di urutan ketujuh, Batu andesit abu-abu berukuran 82 cm tinggi, 50 cm lebar, dan 10 cm tebal ini memiliki tulisan yang sebagian hilang akibat patah pada bagian atas dan sisi kiri.
Prasasti kedelapan adalah Prasasti Pagaruyung VIII, Prasasti ini unik karena digoreskan pada sebuah artefak lesung batu. Lesung batu ini berukuran 52 cm panjang, 49 cm lebar, dan 30 cm tinggi, dengan tulisan yang dimulai pada sisi dan diakhiri kembali di sisi yang sama. Berangka tahun 12 (Mei-Juni) 1291 Ş (1369 M).
Selain itu, Prasasti kesembilan yakni Pagaruyung IX adalah pecahan batu andesit berwarna abu-abu yang kini disimpan di Ruang Koleksi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....