Pembuatan Balango dari Galogandang yang Terjaga Sejak Zaman Dulu

  • 27 Nov 2024 23:48 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Tanah Datar: Pembuatan balango atau alat memasak yang terbuat dari tanah liat khas Minangkabau di Galogandang, Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar masih menjaga tradisi zaman nenek moyang.

Dilansir dari kebudayaantanahdatar.com, proses pembuatannya yang rumit dan penuh keterampilan, menjadikan balango produk yang dihargai tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh wisatawan dan kolektor kerajinan tradisional. Dalam setiap balango, terdapat nilai seni dan budaya yang tercermin dari kualitas pengerjaan dan bahan yang digunakan.

Pembuatan balango di Galogandang mengikuti proses yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Proses pembuatan balango dilakukan dengan penuh ketelitian. Tanah liat yang dipilih harus dicampur dengan pasir halus, kemudian dibentuk menggunakan cetakan rotan berbentuk lingkaran. Setelah itu, balango dipukul dengan kayu dan batu untuk meratakan permukaan. Proses ini memerlukan ketelatenan dan keahlian khusus agar hasilnya sempurna. Setelah selesai, balango dijemur di bawah sinar matahari agar benar-benar kering dan siap digunakan.

Selain itu, untuk memberikan sentuhan akhir pada balango, pengrajin menggunakan seng tipis untuk merapikan bibir balango agar lebih halus dan rapi. Semua proses ini dilakukan dengan tangan terampil para pengrajin, yang mayoritas adalah perempuan di desa Galogandang.

Meski begitu, tidak ada ritual adat khusus dalam proses pembuatannya. Proses tersebut lebih mengutamakan keterampilan dan ketelatenan para pengrajin, yang mayoritas adalah perempuan. Selain itu, balango yang sudah selesai dibuat dijemur di bawah sinar matahari agar kering dan siap digunakan.

Seiring berjalannya waktu, balango kini tidak hanya dipandang sebagai alat masak tradisional, tetapi juga sebagai simbol budaya yang harus dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....