Harga Cabai Merah di Bukittinggi Merangkak Naik, Pemko Gelar Pangan Murah
- 30 Sep 2026 08:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Bukittinggi mulai merangkak naik. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur utama yang dikonsumsi harian.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 25 September 2026, harga rata-rata cabai merah di Bukittinggi mencapai Rp81.250 per kilogram. Angka ini naik sekitar 1,6 persen dibandingkan hari sebelumnya, dengan fluktuasi harga di tingkat pedagang pasar berkisar di angka Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan produksi di tingkat petani. Faktor cuaca seperti curah hujan tinggi sebelumnya juga menjadi penyebab terganggunya hasil panen serta kelancaran jalur distribusi.
Dampak lonjakan harga ini sangat dirasakan oleh para pedagang dan pelaku usaha kuliner. Guna menjaga kelangsungan usaha, mereka terpaksa menyesuaikan biaya operasional agar harga jual makanan tetap terjangkau oleh konsumen.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Bank Indonesia dan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah pada 24–25 September 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan bonus cabai atau bawang untuk setiap pembelian komoditas tertentu. Para pedagang berharap pasokan cabai dapat kembali lancar sehingga harga segera stabil dan tidak semakin membebani masyarakat. (ALT/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....