Fenomena FOMO dalam Belanja Online, dan Dampaknya bagi UMKM
- 21 Jul 2026 09:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernahkah kita membeli sebuah produk karena takut kehabisan promo atau melihat banyak orang lain ikut membelinya? Kondisi ini dikenal sebagai Fear of Missing Out atau FOMO, yaitu rasa khawatir tertinggal dari orang lain sehingga mendorong seseorang mengambil keputusan dengan cepat.
Dalam dunia belanja online, fenomena ini semakin sering dimanfaatkan melalui program seperti flash sale, hitung mundur promo, stok terbatas, hingga siaran langsung yang menawarkan harga khusus.
Strategi tersebut terbukti mampu menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan dalam waktu singkat. Ketika melihat informasi seperti "tersisa 10 produk", "promo berakhir dalam 30 menit", atau "ribuan orang sudah membeli", banyak konsumen terdorong untuk segera melakukan transaksi tanpa berpikir terlalu lama.
Perasaan takut kehilangan kesempatan sering kali lebih kuat daripada keinginan untuk mempertimbangkan kebutuhan secara rasional.
Bagi UMKM, strategi ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan, terutama saat peluncuran produk baru atau momen tertentu seperti hari besar dan festival belanja online.
Namun, penggunaan strategi FOMO juga perlu dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab. Informasi mengenai stok, diskon, maupun batas waktu promo harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Jika konsumen merasa tertipu, mereka kemungkinan besar tidak akan melakukan pembelian kembali.
Pada akhirnya, FOMO sebaiknya dipandang sebagai salah satu strategi pemasaran, bukan satu-satunya cara untuk menarik pelanggan. Produk yang berkualitas, pelayanan yang baik, serta komunikasi yang jujur tetap menjadi faktor utama yang membuat pelanggan bertahan dalam jangka panjang.
Promo mungkin mampu menghadirkan pembelian pertama, tetapi kepercayaan adalah alasan mengapa pelanggan akan kembali membeli. (STP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....