Ananda Choco Brownies Bukittinggi, Pilihan Tepat Pecinta Coklat

  • 24 Jun 2026 09:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Bagi sebagian orang, brownies mungkin hanya sepotong kue cokelat biasa peneman minum kopi. Namun, bagi Putri Zulfarietmi, pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bernama Ananda Choco di Bukittinggi, setiap loyang brownies yang ia panggang membawa misi yang lebih dalam: merawat memori masa kecil dan menciptakan momen manis bagi penikmatnya.

Berdiri sejak April 2025 di kawasan Simpang Mandiangin, Bukittinggi, Ananda Choco lahir dari sebuah nostalgia yang menyentuh hati. Putri mengenang, saat ia masih kecil, brownies adalah kudapan mewah yang sangat jarang—bahkan hampir tidak pernah—bisa dinikmati oleh keluarganya.

"Dulu waktu kecil, merasa kalau brownies ini salah satu makanan mewah. Kami jarang sekali makan kue ini. Kalaupun pernah merasakan, itu karena diberi oleh teman yang sedang berulang tahun," kenang Putri saat berbagi kisah perjalanannya.

Pengalaman masa kecil itulah yang memantik impian Putri. Ia ingin mengubah stigma bahwa brownies hanya bisa dinikmati pada momen-momen tertentu yang langka. Melalui Ananda Choco, ia ingin memastikan semua orang bisa memanjakan diri, berbagi hadiah (gift), atau melengkapi acara keluarga dengan kue premium tanpa harus menunggu setahun sekali. Dan, brownies kukus yang diproduksi dapat dipastikan tanpa pengawet dan tanpa pemanis buatan.

Bermodal Uang Belanja dan THR Anak

Memulai bisnis tentu tidak selalu berjalan mulus bagi seorang ibu rumah tangga. Tanpa modal besar di awal, Putri harus memutar otak. Ia mulai menyisihkan uang belanja pemberian suaminya sedikit demi sedikit demi mencicil bahan baku dan peralatan dasar.

Ada satu cerita haru di balik dapur Ananda Choco. Alat penunjang paling krusial untuk membuat kue, yakni mixer, pertama kali ia beli dari uang tunjangan hari raya (THR) anak-anaknya yang sengaja dipinjam untuk modal awal.

Dari modal yang dikumpulkan dengan penuh perjuangan tersebut, kini dapur produksinya di Simpang Mandiangin rutin mengepulkan aroma cokelat yang menggugah selera, menghasilkan omset berkisar Rp1,2 juta per bulan.

Ananda Choco Brownies. Foto Pribadi

Gencar Jemput Bola Lewat Bazar dan Swalayan

Sebagai pemain baru di industri kuliner Kota Wisata, tantangan terbesar yang dihadapi Putri adalah masalah pemasaran (marketing). Bagaimana caranya agar masyarakat luas tahu bahwa ada brownies kukus berkualitas di sudut Bukittinggi.

Strategi "jemput bola" pun dilakoni. Putri aktif mengikuti berbagai kegiatan komunal. Setelah sebelumnya sukses berpartisipasi dalam Bazar Pasar Murah di depan kantor Kejaksaan Negeri Bukittinggi, akhir pekan ini Ananda Choco bersiap menyapa pelanggan dalam ajang Auto 2000 Run Bukittinggi pada 27 dan 28 Juni 2026.

Tak hanya mengandalkan acara musiman, Putri juga memperluas jangkauan pasarnya dengan sistem titip jual ke sejumlah pusat oleh-oleh dan pasar swalayan lokal. Saat ini, produk Ananda Choco sudah bisa didapatkan di Masyitah Swalayan (dekat RS Yarsi) dan Venny Snack yang berlokasi di Tigo Baleh.

Untuk urusan operasional, jika dahulu Putri harus mengantarkan pesanan pelanggan sendiri, kini ia mulai memanfaatkan jasa kurir lokal untuk efisiensi waktu, mengingat seluruh proses produksi masih ia kerjakan secara mandiri tanpa karyawan.

Tantangan Manajemen Keuangan dan Filosofi Bisnis

Di samping urusan dapur dan pemasaran, Putri mengakui tantangan klasik pelaku UMKM pemula juga sempat menghampirinya, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. "Tantangan modal itu sering kali uang pribadi tercampur dengan uang usaha. Sudah berusaha dipisahkan, tetapi kadang terpakai juga. Tapi sekarang terus belajar, dan selalu diusahakan ada sedikit uang hasil penjualan untuk ditabung pelan-pelan," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai resep bertahannya hingga saat ini, Putri membagikan sebuah tips bisnis yang mendalam bagi sesama pelaku UMKM. Menurutnya, pelaku usaha kuliner harus paham bahwa konsumen membeli produk bukan sekadar karena lapar.

"Orang membeli brownies bukan hanya karena lapar. Mereka membeli karena ingin berbagi, menghadiahi seseorang, menemani waktu minum kopi, memperbaiki suasana hati (mood), atau menciptakan momen manis. Jadi, yang kami jual di Ananda Choco bukan hanya sekadar brownies, melainkan momen-momen manis tersebut," tutur Putri filosofis.

Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, Putri menitipkan pesan penutup yang sederhana namun sarat makna."Pesan saya, mulai aja dulu, terus konsisten, dan jangan lupa untuk selalu meminta ridha dari suami, orang tua, serta anak-anak," pungkasnya. (AFN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....