Dampak Ekonomi Makro Buruk Bagi Masyarakat Miskin

  • 10 Apr 2026 11:52 WIB
  •  Bukittinggi
Poin Utama
  • Ekonomi Makro Rugikan Rakyat Miskin

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dampak ekonomi makro seperti inflasi tinggi sering kali paling berat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai wilayah. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat daya beli menurun drastis sehingga kelompok miskin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari hari.

Selain inflasi kebijakan suku bunga tinggi juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan angka pengangguran di masyarakat luas. Pengangguran yang meningkat membuat banyak keluarga kehilangan pendapatan tetap sehingga memperbesar risiko kemiskinan dan ketidakstabilan sosial yang berkepanjangan.

Fluktuasi nilai tukar mata uang berdampak pada kenaikan harga barang impor yang penting bagi kebutuhan sehari hari masyarakat. Kondisi ini memaksa rumah tangga miskin mengurangi konsumsi gizi seimbang sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang serius.

Kebijakan fiskal yang tidak tepat sasaran dapat meningkatkan ketimpangan sehingga kelompok miskin tidak memperoleh manfaat maksimal program pemerintah. Akibatnya kesenjangan sosial melebar dan peluang mobilitas ekonomi bagi warga miskin menjadi semakin terbatas dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan ekonomi yang melambat diikuti penurunan investasi sehingga lapangan kerja baru berkurang dan kesempatan kerja menjadi semakin sempit. Hal ini memperparah kondisi masyarakat miskin karena mereka bergantung pada pekerjaan informal dengan penghasilan tidak menentu setiap hari.

Kenaikan pajak langsung pajak konsumsi dapat membebani masyarakat miskin karena proporsi pengeluaran mereka lebih besar untuk kebutuhan dasar. Beban tambahan ini mengurangi kemampuan mereka menabung atau berinvestasi sehingga memperkecil peluang keluar dari jerat kemiskinan yang berkepanjangan.

Ketidakstabilan ekonomi makro dapat memicu kenaikan harga energi yang berdampak pada biaya transportasi dan produksi berbagai barang kebutuhan. Peningkatan biaya tersebut dibebankan kepada konsumen sehingga masyarakat miskin harus membayar mahal untuk barang dan jasa sehari hari.

Secara keseluruhan efek ekonomi makro yang tidak terkendali dapat memperburuk kesejahteraan masyarakat miskin dan memperlebar jurang ketimpangan sosial. Oleh karena diperlukan kebijakan inklusif dan berkeadilan agar dampak buruk tersebut dapat diminimalkan bagi kelompok rentan secara berkelanjutan. (MU/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....