133 Siswa Adzkia Belajar Pajak Lewat Permainan dan Cerita

  • 05 Sep 2026 16:36 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pajak selama ini mungkin terdengar seperti sesuatu yang serius, penuh angka dan aturan. Namun, bagi 133 siswa SMP IT Adzkia Padang, pajak justru diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan.

Melalui permainan interaktif, cerita, diskusi hingga kuis, para siswa diajak memahami pentingnya pajak dalam kehidupan sehari-hari. Suasana Aula SMP IT Adzkia Padang, Kamis (3/9/2026), pun dipenuhi antusiasme dan tawa para peserta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pajak Bertutur 2026 dengan tema “Pajak Kita: Energi Generasi Juara”, yang digelar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperkuat Inklusi Kesadaran Pajak sejak usia sekolah.

Kantor Wilayah DJP Sumatera Barat dan Jambi memilih SMP IT Adzkia Padang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti para siswa, tetapi juga guru dan tenaga pendidik.

Pajak Hadir Lewat Cerita Kehidupan Sehari-hari

Sejak kegiatan dimulai, para siswa terlihat aktif mengikuti setiap permainan yang diberikan. Mereka berlomba mengacungkan tangan menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga bersorak ketika berhasil memenangkan permainan.

Materi pajak pun tidak disampaikan dengan bahasa yang kaku. Para siswa diajak melihat lingkungan di sekitar mereka dan mencoba memahami satu pertanyaan sederhana: dari mana berbagai fasilitas yang mereka gunakan sehari-hari dibiayai?

Sekolah, jalan, rumah sakit hingga berbagai layanan publik menjadi contoh yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana pajak memiliki peran dalam mendukung pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak sekadar mengenal pajak sebagai kewajiban yang kelak harus ditunaikan ketika dewasa. Mereka mulai memahami bahwa berbagai fasilitas yang dinikmati masyarakat merupakan bagian dari pembangunan yang membutuhkan kontribusi bersama.

Hadir mewakili Kepala Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Penyuluh Pajak Madya Dendi Amrin, mengatakan kesadaran untuk berkontribusi kepada negara perlu ditanamkan sejak dini.

“Menjadi warga negara yang baik tidak hanya berarti menikmati hasil pembangunan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan sesuai dengan peran dan kemampuan kita masing-masing,” ujar Dendi.

Generasi Juara Bukan Sekadar Pintar

Menurut Dendi, Pajak Bertutur diharapkan tidak berhenti pada pengenalan tentang pajak. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan karakter generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial dan semangat memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Kami juga berharap anak-anak sekalian dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas,” katanya.

Ia menambahkan, generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia. Karena itu, semangat untuk berkontribusi tidak harus menunggu seseorang dewasa atau menjadi wajib pajak.

Setiap orang, kata dia, dapat memberikan manfaat sesuai dengan peran dan kemampuannya masing-masing.

Ilmu Pajak Datang Langsung ke Sekolah

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP IT Adzkia Padang, Reni Afizah, menyambut positif pelaksanaan Pajak Bertutur di sekolah tersebut.

Menurut Reni, kehadiran DJP memberikan kesempatan kepada peserta didik memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru secara langsung dari pihak yang berkompeten.

Jika selama ini siswa harus keluar dari lingkungan sekolah untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, melalui kegiatan tersebut justru ilmu mengenai pajak datang langsung ke tengah-tengah mereka.

Reni juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan pesan dalam Surah Ar-Rahman, yang mengingatkan manusia mengenai berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan upaya menumbuhkan kesadaran untuk mensyukuri berbagai fasilitas yang tersedia sekaligus memahami bahwa kehidupan bermasyarakat juga membutuhkan kepedulian dan kontribusi bersama.

Menanam Benih Kesadaran Pajak Sejak Dini

Sepanjang kegiatan, siswa tidak hanya menjadi pendengar. Mereka terlibat langsung dalam permainan, menjawab pertanyaan, berdiskusi dan mengikuti kuis yang dikemas secara interaktif.

Cara tersebut membuat materi yang sebelumnya mungkin terasa jauh dari kehidupan anak-anak menjadi lebih mudah dipahami.

Dari permainan dan cerita sederhana, mereka diajak melihat hubungan antara pajak dengan fasilitas publik yang digunakan setiap hari.

DJP berharap pendekatan tersebut dapat membuat kesadaran pajak tumbuh secara alami di kalangan generasi muda.

Pajak Bertutur menjadi salah satu upaya menanamkan benih kesadaran pajak sejak bangku sekolah, sehingga pemahaman tersebut dapat tumbuh seiring bertambahnya usia.

Sebab, generasi juara bukan hanya mereka yang mampu meraih prestasi akademik. Generasi juara adalah generasi yang cerdas, berintegritas, peduli terhadap sesama dan memahami bahwa masa depan Indonesia juga dibangun dari kontribusi setiap warga negara.

Dari sebuah permainan dan cerita di ruang kelas, 133 siswa SMP IT Adzkia Padang diajak memahami satu pesan sederhana: pembangunan bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi juga tentang apa yang kelak kita berikan untuk negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....