Ekonomi Tumbuh, Apa Artinya bagi Kehidupan dan Daya Beli Secara Cerdas?

  • 22 Agt 2026 18:42 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi semester pertama 2026 tumbuh 5,45 persen.

Pertumbuhan ekonomi menunjukkan aktivitas produksi, konsumsi, investasi, dan perdagangan terus bergerak.

Namun, pertumbuhan ekonomi belum otomatis berarti seluruh masyarakat merasakan peningkatan kesejahteraan.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan II 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen secara tahunan.

Artinya, aktivitas belanja masyarakat tetap memiliki peran penting terhadap pergerakan perekonomian Indonesia.

Semakin sehat konsumsi masyarakat, semakin kuat pula permintaan terhadap berbagai barang dan jasa.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu melihat pertumbuhan ekonomi secara lebih bijaksana.

Kenaikan angka ekonomi tidak selalu berarti pendapatan setiap keluarga meningkat dalam jumlah yang sama.

Daya beli sangat berkaitan dengan pendapatan, harga barang, kebutuhan keluarga, dan kemampuan mengatur keuangan.

Karena itu, keluarga perlu menjaga pengeluaran agar tetap sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan membedakan kebutuhan utama dan keinginan tambahan.

Prioritaskan makanan, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, transportasi, serta kebutuhan penting lainnya.

Masyarakat juga dapat menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan kebutuhan darurat.

Kebiasaan tersebut membantu keluarga menghadapi perubahan ekonomi atau pengeluaran tidak terduga.

Pengeluaran konsumtif sebaiknya tidak meningkat hanya karena melihat kondisi ekonomi nasional membaik.

Belanja tetap perlu disesuaikan dengan pendapatan dan kemampuan membayar.

Ekonom INDEF M Rizal Taufikurahman menilai daya beli masyarakat menengah bawah menjadi kunci pertumbuhan semester kedua 2026.

“Pemerintah perlu fokus menjaga daya beli, terutama kelompok menengah bawah,” kata Rizal.

Bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi juga dapat menjadi peluang meningkatkan pendapatan.

Peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui pengembangan usaha, peningkatan keterampilan, atau pekerjaan tambahan.

Masyarakat perlu memastikan peningkatan pendapatan tidak langsung diikuti peningkatan gaya hidup.

Sebagian tambahan pendapatan dapat dialihkan untuk tabungan, investasi, atau pengembangan usaha.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi perlu diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih produktif dan kesejahteraan berkelanjutan.

Dengan mengatur keuangan secara cerdas, keluarga dapat menjaga daya beli sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....