Cashless Semakin Populer, Apakah Membuat Kita Lebih Boros?
- 19 Agt 2026 09:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Membayar dengan memindai kode QR atau menggunakan dompet digital kini sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari membeli makanan, membayar transportasi, hingga berbelanja di minimarket, semuanya dapat dilakukan tanpa membawa uang tunai. Kemudahan ini membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, sehingga tidak mengherankan jika metode pembayaran non-tunai semakin banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Di balik berbagai kemudahan tersebut, ada satu hal yang sering menjadi perhatian, yaitu kecenderungan untuk lebih mudah mengeluarkan uang. Saat menggunakan uang tunai, seseorang dapat melihat secara langsung jumlah uang yang berpindah dari dompet. Sebaliknya, ketika membayar secara digital, proses tersebut terasa lebih sederhana karena hanya membutuhkan beberapa sentuhan pada layar ponsel. Kondisi inilah yang dapat membuat sebagian orang kurang menyadari seberapa banyak uang yang telah dibelanjakan.
Promo cashback, potongan harga, hingga berbagai program loyalitas juga menjadi daya tarik transaksi digital. Penawaran tersebut memang dapat memberikan keuntungan jika dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Namun, apabila seseorang membeli barang hanya karena tergoda promo, pengeluaran justru bisa menjadi lebih besar daripada yang direncanakan. Oleh sebab itu, penting untuk membedakan antara memanfaatkan kesempatan dan membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Penggunaan transaksi non-tunai bukanlah penyebab utama seseorang menjadi boros. Yang lebih berpengaruh adalah bagaimana seseorang mengelola kebiasaan belanjanya. Menentukan anggaran bulanan, mengaktifkan fitur pencatatan transaksi, serta membatasi saldo pada dompet digital dapat menjadi beberapa cara sederhana untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.
Perkembangan teknologi pembayaran memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, kemudahan tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik jika diiringi dengan pengelolaan keuangan yang bijak. Dengan menggunakan transaksi digital secara sadar dan terencana, masyarakat dapat menikmati kenyamanan pembayaran modern tanpa harus mengorbankan kesehatan kondisi keuangannya.(STP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....