Kenapa Pengajuan Kredit Sering Ditolak tanpa Disadari?
- 26 Mei 2026 22:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pengajuan kredit sering ditolak bukan hanya karena penghasilan, tetapi karena jejak finansial yang tidak disadari oleh pemohon. Banyak orang merasa aman karena tidak pernah telat bayar, padahal sistem perbankan membaca riwayat secara lebih detail.
Dalam sistem SLIK OJK iDebku, setiap aktivitas pinjaman terekam dan membentuk skor kredit yang menjadi penilaian utama. Data ini mencakup kartu kredit, pinjaman bank, hingga pembiayaan digital yang mungkin sudah lama dilupakan.
Sering kali penolakan terjadi karena adanya catatan kecil seperti keterlambatan pembayaran yang dianggap sepele oleh nasabah. Namun bagi sistem, keterlambatan tersebut tetap menjadi indikator risiko dalam penilaian kelayakan kredit.
Banyak juga pemohon yang tidak sadar bahwa data pinjaman lama masih aktif atau belum ditutup secara administratif. Kondisi ini membuat rasio utang terlihat lebih tinggi dari yang sebenarnya mereka perkirakan.
Selain itu, pengajuan kredit baru bisa ditolak jika riwayat pembayaran tidak stabil meskipun jumlah utang tergolong kecil. Bank lebih menilai konsistensi perilaku finansial dibanding sekadar besar kecilnya pendapatan bulanan.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah penggunaan pinjaman digital yang tercatat namun tidak dikelola dengan baik. Data dari fintech tetap masuk ke sistem dan ikut memengaruhi penilaian kredit secara keseluruhan.
Pada akhirnya, banyak penolakan terjadi bukan karena tidak mampu membayar, tetapi karena kurangnya kesadaran terhadap rekam jejak finansial pribadi. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....