Rupiah Terjun Bebas. Bank Nagari Bukittinggi Sustain Tetap Terkendali

  • 19 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Di tengah ramainya pembahasan mengenai penguatan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, Bank Nagari memastikan kondisi layanan dan sistem keuangan perbankan daerah tetap berada dalam situasi aman dan terkendali.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan Bank Nagari, Hendri, menyusul munculnya berbagai spekulasi dan informasi liar di media sosial yang mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait stabilitas sektor perbankan nasional.

Dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026), Hendri menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi dinamika ekonomi global maupun perubahan kurs mata uang yang terjadi belakangan ini.

“Seluruh aktivitas pelayanan perbankan masih berjalan sangat baik. Kami memastikan kondisi likuiditas aman, transaksi nasabah normal, dan operasional tetap stabil,” ujar Hendri.

Ia menjelaskan, operasional seluruh jaringan pelayanan Bank Nagari hingga saat ini tetap berjalan normal tanpa gangguan, baik pada layanan transaksi, tabungan, kredit, maupun aktivitas pembiayaan lainnya.

Menurut Hendri, fluktuasi nilai tukar rupiah merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang lazim terjadi dan tidak serta-merta memberikan dampak langsung terhadap kondisi perbankan daerah.

Terlebih, struktur bisnis bank pembangunan daerah seperti Bank Nagari lebih dominan bergerak dalam penguatan ekonomi domestik dibanding sektor perdagangan internasional berbasis valuta asing. Karena itu, dampak penguatan rupiah terhadap aktivitas utama perusahaan dinilai relatif kecil dibanding perusahaan besar yang bergerak di sektor ekspor dan impor.

Hendri mengatakan, fokus utama Bank Nagari saat ini diarahkan pada penguatan sektor riil masyarakat melalui penyaluran pembiayaan produktif kepada pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Salah satu program yang terus dipacu ialah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna membantu masyarakat memperoleh akses modal usaha dengan bunga ringan dan proses pengajuan yang lebih mudah.

“Kami ingin memastikan UMKM tetap bergerak dan berkembang. Karena sektor usaha kecil merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat daerah,” katanya.

Menurutnya, keberlangsungan sektor UMKM memiliki peran besar dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang perputaran ekonomi lokal.

Karena itu, pembiayaan yang disalurkan lebih difokuskan pada sektor produktif seperti pertanian, perdagangan kecil, jasa, industri rumahan, hingga ekonomi kreatif yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Selain memperkuat sektor pembiayaan, Bank Nagari juga memastikan sistem pengelolaan dana masyarakat berjalan sesuai standar pengawasan industri perbankan nasional.

Hendri menyebut pengawasan dari otoritas perbankan menjadi salah satu faktor penting yang menjaga stabilitas industri keuangan tetap kuat hingga saat ini. Ia menegaskan seluruh dana nasabah tetap berada dalam pengelolaan yang aman dan terkendali sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang berkaitan dengan isu ekonomi dan perbankan.

Maraknya penyebaran hoaks di media sosial dinilai dapat memicu keresahan publik apabila tidak disikapi secara bijak.

“Kami berharap masyarakat lebih selektif menerima informasi dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Pastikan informasi diperoleh dari sumber resmi,” tegasnya.

Di tengah situasi ekonomi global yang sensitif terhadap isu dan sentimen pasar, tingkat kepercayaan publik terhadap sektor perbankan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi regional.

Selain itu, keberlanjutan penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM juga diyakini dapat menjadi bantalan ekonomi masyarakat agar tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi dunia.

Dengan kondisi likuiditas yang masih terjaga serta dukungan terhadap sektor usaha masyarakat yang terus berjalan, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatera Barat dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai dinamika ekonomi global ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....