Rupiah Masih Tertinggal di Tengah Dominasi Dolar AS

  • 08 Nov 2025 21:44 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Dolar AS tetap menjadi mata uang global paling dominan, sementara beberapa mata uang, termasuk rupiah, harus berjuang keras mempertahankan nilainya. Saat ini, satu dolar setara sekitar 16.720 rupiah, menunjukkan tekanan yang terus membayangi ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini. Inflasi tinggi, kekhawatiran resesi global, serta gejolak pasar internasional membuat rupiah tetap rentan meski fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat.

Rupiah tidak sendiri. Beberapa mata uang dunia juga melemah drastis terhadap dolar, seperti pound Lebanon (1 USD = 89.556 LBP), rial Iran (1 USD = 42.112 IRR), dan dong Vietnam (1 USD = 26.345 VND). Tekanan terhadap rupiah mencerminkan tantangan internal dan eksternal yang serupa: inflasi, suku bunga global tinggi, serta kebutuhan ekonomi yang terus bertumbuh.

Fenomena ini menegaskan dominasi dolar AS di dunia, sekaligus mengingatkan bahwa mata uang Indonesia masih menghadapi tekanan serius. Memperkuat rupiah bukan hanya soal angka di pasar valuta, tetapi juga soal menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....