Strategi Marketing Anti Boncos untuk Pemula
- 19 Agt 2026 09:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Memulai bisnis sering kali membuat kita berpikir bahwa marketing harus mahal, pasang iklan, endorse, bikin konten setiap hari, lalu berharap ada yang membeli. Padahal, di Indonesia ada sekitar 30,19 juta UMKM per Oktober 2025, sementara 180 juta identitas pengguna aktif media sosial tercatat pada akhir 2025, artinya peluang mendapatkan pelanggan sebenarnya sangat besar, tetapi strategi tetap menjadi kuncinya.
Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula adalah langsung mengeluarkan uang untuk promosi sebelum benar-benar memahami siapa calon pembelinya. Sebelum mengeluarkan budget, coba jawab dulu tiga hal sederhana: siapa targetmu, masalah apa yang mereka punya, dan kenapa produkmu layak dipilih dibanding pilihan lain.
Setelah itu, manfaatkan dulu strategi marketing yang murah bahkan gratis, seperti konten edukasi, testimoni pelanggan, storytelling, WhatsApp, dan media sosial. Dengan jumlah pengguna media sosial Indonesia yang mencapai 180 juta dan tumbuh sekitar 26% dibanding tahun sebelumnya, media sosial bisa menjadi tempat yang sangat potensial untuk membangun awareness tanpa harus langsung mengandalkan iklan berbayar.
Kalau ingin menggunakan iklan berbayar, jangan langsung menghabiskan banyak uang hanya karena ingin cepat viral. Mulailah dari budget kecil, tentukan satu tujuan yang jelas, misalnya mendapatkan leads atau penjualan, kemudian lihat mana konten yang benar-benar menghasilkan respons sebelum budget diperbesar.
Intinya, marketing anti boncos bukan berarti marketing tanpa modal, tetapi marketing yang setiap rupiahnya punya alasan. Untuk pemula, lebih baik punya 10 pelanggan yang benar-benar puas dan mau merekomendasikan produk daripada mengejar ribuan views yang tidak menghasilkan penjualan, karena marketing yang sehat bukan sekadar membuat bisnis terlihat ramai, tetapi membuat orang percaya lalu mau membeli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....