Pengusaha, Pedagang Toko, dan Kios Pertanian Sumbar Bakal Bentuk Asosiasi
- 09 Agt 2026 22:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam - Sejumlah pengusaha dan pedagang toko serta kios pertanian dari berbagai daerah di Sumatera Barat menggagas pembentukan asosiasi sebagai wadah memperkuat silaturahmi, komunikasi dan kerja sama antar pelaku usaha pertanian, di Green House Lezata, Kabupaten Agam, Minggu, 9 Agustus 2026.
Salah seorang penggagas, Hj. Eliana, mengatakan, organisasi tersebut dirancang untuk menghimpun pedagang toko dan kios pertanian dalam satu wadah yang dapat memperkuat hubungan usaha sekaligus mendukung perkembangan sektor pertanian di Sumatera Barat.
"Hari ini kami akan merumuskan organisasi perkumpulan toko-toko dan kios pertanian se-Sumatera Barat. Tujuannya menjalin silaturahmi dan kerja sama yang lebih kuat, dengan kenyamanan dan keamanan bersama demi Sumatera Barat tercinta, terutama dalam bidang pertanian," ujarnya.
Menurut Eliana, sektor pertanian memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumatera Barat sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pedagang yang menyediakan sarana dan kebutuhan pertanian bagi masyarakat.
Eliana menerangkan, selama ini telah terdapat sejumlah perkumpulan yang melibatkan distributor dan pelaku usaha pertanian, tetapi belum terdapat organisasi resmi yang secara khusus menghimpun pemilik toko dan kios pertanian di Sumatera Barat.

"Belum ada lembaga resmi. Kalau dari persatuan rekan-rekan ada, tapi yang dari toko-toko belum pernah ada sama sekali. Baru-baru ini akan kita cetuskan," sebutnya.
Pembentukan asosiasi tersebut juga dilatarbelakangi kebutuhan pedagang terhadap informasi terbaru mengenai usaha pertanian serta komunikasi yang berkelanjutan antarpelaku usaha di berbagai daerah.
Eliana menegaskan, wadah bersama diperlukan agar para pedagang dapat saling bertukar informasi, membangun jaringan usaha dan mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas perdagangan.
Para peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan pedagang toko dan kios pertanian dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Eliana menambahkan, sejumlah persoalan masih dihadapi pedagang, mulai dari pemeriksaan terhadap barang dagangan hingga ketersediaan pupuk subsidi yang berdampak pada kebutuhan petani.
"Kendalanya kadang-kadang ada pemeriksaan seperti barang-barang expired, kemudian juga dari pupuk subsidi. Sekarang barang-barang subsidi susah didapatkan, kasihan petaninya," ungkapnya.

Eliana berharap, pembentukan asosiasi dapat memberikan ruang bagi pedagang untuk membangun koordinasi yang lebih baik dalam menghadapi persoalan usaha sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku perdagangan sarana pertanian.
Asosiasi tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana pertukaran informasi yang dapat membantu pedagang meningkatkan keberlangsungan dan perkembangan usaha.
Penguatan kerja sama antar pedagang sambung Eliana, menjadi salah satu tujuan utama pembentukan organisasi tersebut sehingga kepentingan pelaku usaha toko dan kios pertanian dapat dikomunikasikan secara bersama.
Pembentukan asosiasi pedagang toko dan kios pertanian se-Sumatera Barat, selanjutnya akan dirumuskan melalui pembahasan bersama para pelaku usaha yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. (YPA/AGZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....