Sao Tome Buka Jalan dapat Paspor dengan Investasi
- 10 Agt 2026 08:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Negara kepulauan Sao Tome dan Príncipe di Afrika Barat menawarkan kewarganegaraan kepada investor asing melalui skema investasi. Program tersebut menjadi strategi pemerintah menarik modal baru sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Program citizenship by investment memungkinkan warga asing memperoleh kewarganegaraan tanpa kewajiban menetap permanen. Pemohon juga tidak perlu membeli properti, berbeda dengan sejumlah program golden passport yang diterapkan negara lainnya.
Untuk mendapatkan kewarganegaraan, pemohon harus menginvestasikan 90.000 dollar AS atau sekitar Rp1,4 miliar melalui National Transformation Fund. Selain itu, terdapat biaya tambahan sebesar 5.750 dollar AS yang harus dibayarkan selama proses pengajuan berlangsung.
Pemerintah Sao Tome dan Príncipe pertama kali mengumumkan program tersebut pada Agustus 2025 sebagai sumber pendanaan alternatif. Dana yang terkumpul akan diarahkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pengembangan energi terbarukan nasional.
Pemohon juga memiliki kesempatan membawa anggota keluarga melalui tambahan investasi sebesar 5.000 dollar AS untuk maksimal tiga orang. Anggota keluarga yang dapat disertakan mencakup pasangan, anak berusia dibawah 30 tahun, serta orangtua atau kakek-nenek tertentu.
Program ini semakin menarik karena pemohon berpeluang memperoleh kewarganegaraan ganda dalam waktu kurang dari satu tahun. Hingga periode 2025-2026, tercatat 98 pemohon mengikuti program tersebut dan 27 di antaranya diproyeksikan mendapatkan persetujuan.
Selain paspor, kewarganegaraan Sao Tome dan Príncipe memberikan keuntungan melalui keanggotaan dalam Community of Portuguese-Speaking Countries.
Status tersebut berpotensi memberikan kemudahan tinggal, bekerja, atau belajar di sejumlah negara anggota, termasuk Portugal dan Brasil, sesuai ketentuan.
Meski menawarkan peluang investasi dan mobilitas internasional, kehidupan di negara tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan.
Keterbatasan infrastruktur, pemadaman listrik, akses air bersih, serta layanan kesehatan menjadi pertimbangan penting sebelum calon investor mengambil keputusan. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....